EinsNews, JAKARTA – Momentum perburuan dividen kembali hadir di bursa saham domestik. Dua emiten, yaitu PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) dan PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), resmi memasuki periode cum dividen pada Selasa (9/6/2026). Bagi investor yang ingin mengantongi hak atas dividen tunai tahun buku 2025, hari ini menjadi batas akhir akuisisi saham di
EinsNews, JAKARTA – Momentum perburuan dividen kembali hadir di bursa saham domestik. Dua emiten, yaitu PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) dan PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), resmi memasuki periode cum dividen pada Selasa (9/6/2026). Bagi investor yang ingin mengantongi hak atas dividen tunai tahun buku 2025, hari ini menjadi batas akhir akuisisi saham di pasar reguler maupun negosiasi. Setelah melewati tanggal ex dividen pada Rabu (10/6/2026), pembeli baru tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham yang berhak atas pembagian laba.
GUNA mengumumkan dividen tunai sebesar Rp7,46 per lembar saham. Berdasarkan harga penutupan Senin (8/6/2026) di level Rp142, saham ini menawarkan dividend yield yang cukup atraktif, mencapai sekitar 5,25%. Meskipun saham GUNA sempat terkoreksi 2,74% secara harian, imbal hasil tersebut tergolong kompetitif bagi emiten berkapitalisasi kecil hingga menengah, terutama bagi investor yang berorientasi pada pendapatan pasif. Jadwal cum dividen untuk pasar tunai jatuh pada 11 Juni, dengan recording date di hari yang sama, dan pembayaran dijadwalkan pada 26 Juni 2026.
Di sisi lain, JTPE membagikan dividen tunai Rp31 per saham, dengan total nilai pembagian mencapai sekitar Rp210,6 miliar. Dengan harga saham JTPE yang ditutup menguat 0,85% ke level Rp595 pada perdagangan sebelumnya, yield dividen yang dihasilkan berada di kisaran 5,21%. Hal ini menjadikan JTPE sebagai salah satu pilihan menarik bagi para pemburu dividen di tengah volatilitas pasar. Jadwal kumulatif dividen JTPE identik dengan GUNA, dengan ex dividen pasar reguler pada 10 Juni dan pembayaran pada 26 Juni 2026.
Dari perspektif analisis pasar, strategi dividend hunting tetap relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, investor perlu mencermati potensi tekanan jual pada periode ex dividen, di mana harga saham umumnya mengalami penyesuaian sebesar nilai dividen yang dibagikan. Dengan yield di atas 5%, kedua saham ini layak masuk dalam radar portofolio jangka pendek, meskipun fundamental perusahaan dan prospek bisnis tetap menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan investasi.













Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *