Dividen Jumbo TLKM Rp21,9 Triliun Direspons Pasar, Bank of New York Borong Jutaan Saham

Telkom Indonesia (TLKM) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp21,9 triliun untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar di Jakarta, Senin (8/6/2026). Dividen tersebut berasal dari alokasi laba bersih 2025 sebesar Rp17,8 triliun dan tambahan Rp4,2 triliun dari saldo laba ditahan. Dengan total saham beredar, pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp222,08 per lembar.

Berdasarkan harga penutupan saham TLKM pada hari yang sama di level Rp2.350, dividen ini setara dengan dividend yield mencapai 9,45%. Jadwal pembagian dividen telah ditetapkan: cum dividen untuk pasar reguler dan negosiasi pada 17 Juni 2026, ex dividen pada 18 Juni, cum dividen pasar tunai pada 19 Juni, dan ex dividen pasar tunai pada 22 Juni. Recording date ditetapkan pada 19 Juni pukul 16.00 WIB, dengan pembayaran dimulai 10 Juli 2026.

Di tengah pengumuman dividen jumbo, aksi akumulasi saham TLKM oleh investor institusi asing turut mencuri perhatian. The Bank of New York Mellon tercatat menambah kepemilikan sebanyak 29,8 juta saham pada Jumat (5/6/2026) melalui Bank HSBC Indonesia dan Bank Mandiri sebagai bank kustodian. Transaksi tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp82,9 miliar berdasarkan harga saham TLKM pada hari itu di Rp2.780 per lembar.

Setelah aksi tersebut, total kepemilikan Bank of New York Mellon di TLKM meningkat menjadi 6,13 miliar saham, setara dengan 6,20% dari total modal ditempatkan. Angka ini naik 0,03% dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 6,17%. Langkah agresif ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap prospek Telkom di tengah likuiditas dividen yang atraktif, serta menjadi sinyal positif bagi sentimen pasar terhadap saham BUMN telekomunikasi tersebut.