Peritel fesyen dan gaya hidup asal Dubai, Apparel Group, dikabarkan tengah mematangkan rencana penawaran umum perdana (IPO) untuk unit bisnisnya di India, Apparel Group India Pvt. Ltd. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi pendanaan melalui pasar modal India. Berdasarkan informasi dari kalangan terdekat, perusahaan telah mengadakan pembicaraan awal dengan sejumlah bank investasi untuk mengukur minat pasar serta bersiap menunjuk penjamin emisi dalam waktu dekat.
Meskipun nilai perusahaan dan besaran dana yang akan dihimpun masih dalam tahap diskusi, IPO tersebut diperkirakan akan terealisasi pada akhir 2026 atau awal 2027. Kendati demikian, keputusan final masih dapat berubah tergantung pada hasil kajian internal dan kondisi pasar. Hingga saat ini, manajemen Apparel Group belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana tersebut.
Rencana ini muncul di tengah perlambatan pasar saham perdana India dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah perusahaan memilih menunda pencatatan saham akibat volatilitas tinggi yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta perlambatan pertumbuhan laba korporasi domestik. Namun, bila kondisi pasar kembali stabil, emiten dengan fundamental bisnis yang solid tetap memiliki peluang untuk melanjutkan penghimpunan dana melalui bursa.
India merupakan pasar strategis bagi Apparel Group. Perusahaan tercatat mengoperasikan lebih dari 300 gerai yang tersebar di lebih dari 50 kota di India, serta mengelola lebih dari 20 merek internasional. Portofolio merek tersebut mencakup Victoria’s Secret, Aldo, Crocs, Charles & Keith, Dolce & Gabbana Beauty, Levi’s Kids, Tim Hortons, dan Nike Littles, antara lain. Dengan jangkauan ritel yang luas, unit bisnis India dinilai memiliki posisi kompetitif yang kuat untuk menarik minat investor saat IPO digelar nanti.
Dari perspektif bisnis, IPO ini berpotensi memperkuat struktur modal Apparel Group sekaligus membuka akses pendanaan untuk ekspansi lebih lanjut di pasar India yang terus bertumbuh. Apabila berhasil, langkah ini akan menjadi salah satu pencatatan saham signifikan di sektor ritel India dan dapat menjadi katalis positif bagi persepsi investor terhadap prospek perusahaan di kawasan Asia Selatan.

