Spacex Torehkan Sejarah: Harga IPO $135, Valuasi Rp 27.000 Triliun Siap Guncang Bursa Global

SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, secara resmi menetapkan harga saham perdana (IPO) di angka $135 per lembar saham. Langkah ini langsung mengejutkan Wall Street karena menabrak konvensi tradisional yang berlaku. Dalam proses IPO pada umumnya, emiten biasanya memberikan rentang harga terlebih dahulu sebelum menentukan harga final setelah roadshow investor. Namun, SpaceX justru mematok harga tunggal tanpa negosiasi sejak awal—strategi yang dianggap sebagai bentuk kepercayaan diri ekstrem terhadap permintaan pasar. Keputusan ini menjadikan SpaceX sebagai salah satu dari sedikit perusahaan raksasa yang berani mengambil pendekatan ‘take-it-or-leave-it’ dalam sejarah IPO modern.

Bagi investor institusional dan ritel global, angka $135 bukanlah sekadar nominal. Dengan valuasi yang diperkirakan mencapai $1,75 triliun, SpaceX akan langsung masuk dalam jajaran 10 perusahaan paling bernilai di dunia pada hari pertama listing. Sebagai perbandingan, Saudi Aramco memiliki valuasi lebih tinggi namun berasal dari aset minyak negara yang sudah mapan selama puluhan tahun, sementara SpaceX membangun valuasi tersebut hanya dalam 24 tahun—lebih cepat dari Amazon yang membutuhkan 30 tahun. Faktor inilah yang membuat IPO ini dinilai sebagai momen langka yang tidak hanya berdampak pada sektor antariksa, tetapi juga pada dinamika pasar saham global.

Analis menilai bahwa langkah SpaceX ini juga dipengaruhi oleh kesuksesan pendekatan serupa di masa lalu, seperti yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya. Selain itu, keputusan untuk melakukan stock split 5-for-1 pada 4 Mei 2026 lalu membuat harga $135 menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel. Dengan roadshow yang dijadwalkan dimulai pada 12 Juni 2026, banyak pengamat pasar memperkirakan lonjakan permintaan yang signifikan, terutama dari investor Asia termasuk Indonesia. Bagi pasar modal domestik, fenomena ini bisa menjadi katalis positif bagi sektor teknologi dan LPDP, meskipun efeknya mungkin baru terasa dalam jangka menengah.

Meski demikian, risiko tetap mengintai. Valuasi setinggi itu menuntut pertumbuhan laba yang luar biasa di masa depan, sementara industri antariksa masih menghadapi ketidakpastian regulasi dan persaingan dari pemain seperti Blue Origin. Namun, dengan dukungan basis penggemar Musk yang kuat serta rekam jejak inovasi SpaceX, para analis cenderung optimistis bahwa IPO ini akan menjadi salah satu yang paling dinanti dalam satu dekade terakhir. Bagi investor, keputusan untuk berpartisipasi pada harga $135 perlu dipertimbangkan dengan matang, mengingat volatilitas yang mungkin terjadi pada hari-hari pertama perdagangan.