Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘Authentication Error, All connection attempts failed’, ‘type’: ‘auth_error’, ‘param’: ‘None’, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/6/2026), dibuka melesat 74,39 poin (1,26%) menjadi 5.960. Kenaikan ini sejalan dengan lompatan pasar saham dunia.
Kenaikan juga ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti material dasar, energi, industry, consumer primer, keuangan, consumer non primer, property, hingga transportasi. Kenaikan juga didukung penguatan saham big cap, seperti BBCA, EMAS, BBRI, hingga BRPT.
Sekuritas Ini Revisi Naik Rating Saham Bank Jadi Overweight, Saatnya Berburu BBCA dan BBRI?
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat pagi ini dicatatkan saham TMPO naik 23,81% menjadi Rp 156, saham FORU naik 20,52% menjadi Rp 3.700, dan RISE menguat sebanyak 16,54% enjadi Rp 1505.
Kemarin, IHSG ditutup melemah 16,35 poin (0,28%) menjadi 5.886 dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 252,65 miliar oleh investor asing. Meski dilanda net sell saham, pemodal asing justru merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham BBCA mencapai Rp 387,96 miliar.
PANI Bagikan Dividen Rp 90,59 Miliar, Cek Tanggal Cairnya
Penurunan indeks kemarin dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar sebanyak 4,27%, sektor enerig sebanyak 2,12%, consumer non primer 0,57%, dan consumer primer 0,66%. Adapun saham keuangan, property, teknologi, dan kesehatan catatkan kenaikan harga.
BEI juga mencatatkan beberapa saham berikut berhasil torehkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KOPI naik 34,67% menjadi Rp 202, UVCR menguat 34,33% menjadi Rp 180, OILS naik 34,15% menjadi Rp 220, dan TMPO naik 34,04% menjadi Rp 126.

