PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten migas yang bernaung di bawah Grup Bakrie, telah mengumumkan rencana rights issue dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 310 per saham. Dengan penerbitan sebanyak 13,3 miliar saham baru, perusahaan ini berpotensi meraih dana hingga Rp 4,1 triliun. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat modal kerja dan penyertaan modal pada anak usaha, di tengah tantangan dan peluang dalam sektor migas.
Shima Global Kapital, pemegang saham pengendali ENRG, tidak akan menggunakan haknya dalam rights issue ini dan akan mengalihkan 2,3 miliar rights kepada PT Bakrie Kalila Investment, yang juga bertindak sebagai pembeli siaga untuk hingga 10,5 miliar rights. Cum rights untuk ENRG dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026, dengan periode perdagangan dan pelaksanaan rights antara 20 hingga 28 Agustus 2026.
Dalam konteks strategis, manajemen ENRG menyatakan fokus pada akuisisi blok gas yang sudah berproduksi, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Saat ini, sekitar 80% dari produksi ENRG berasal dari gas, dan perusahaan menargetkan untuk mengakuisisi aset dengan umur cadangan minimal 10 tahun. Namun, produksi migas ENRG pada tahun 2025 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 3,7% menjadi 44,5 MBOEPD, yang dipengaruhi oleh penurunan produksi gas di Blok Kangean.
Di sisi positif, produksi minyak ENRG menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,5% yoy, mencapai 8,3 MBOPD, didorong oleh akuisisi beberapa blok yang telah berproduksi. Dengan target pertumbuhan produksi minyak antara 10-15% yoy tahun ini, ENRG berupaya untuk mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki, meskipun tantangan tetap ada di pasar yang fluktuatif.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** Bakrie Kalila Investment, Shima Global Kapital
* **Sentimen Negatif:** ENRG

