PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) melaporkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$59,2 juta untuk tahun buku 2025, berbalik dari laba bersih US$3,7 juta yang diperoleh pada tahun sebelumnya. Kinerja negatif ini muncul di tengah perubahan signifikan dalam kepemilikan saham perseroan, di mana 91,17% sahamnya berpindah kepada First Resources Limited yang dimiliki oleh keluarga Fangiono pada Mei 2025.
Pendapatan ANJT untuk tahun 2025 tercatat sebesar US$236,6 juta, mengalami peningkatan tipis dibandingkan tahun 2024 yang mencapai US$229,7 juta. Namun, pendapatan terbesar yang berasal dari pihak ketiga mengalami penurunan signifikan dari US$229,66 juta menjadi US$100,81 juta, sementara pendapatan dari pihak berelasi meningkat menjadi US$135,98 juta. Meskipun beban pokok penjualan menurun menjadi US$153,1 juta, laba bruto yang tercatat sebesar US$83,5 juta tidak cukup untuk mengimbangi kerugian yang dialami perseroan.
Salah satu penyebab utama kerugian ini adalah rugi divestasi entitas anak yang mencapai US$72,1 juta serta rugi dari operasi yang dihentikan sebesar US$19,5 juta. Meskipun laba usaha ANJT meningkat menjadi US$49,6 juta dari US$29,5 juta, hal ini tidak mampu menyelamatkan kinerja keuangan secara keseluruhan. Keberhasilan dalam mencatatkan laba operasi didorong oleh keuntungan perubahan nilai wajar aset biologis dan pendapatan operasi lainnya, namun dampak negatif dari kerugian divestasi sangat signifikan.
Dari sisi neraca, total aset perseroan mengalami penurunan drastis menjadi US$316,6 juta pada 31 Desember 2025, turun dari US$469,8 juta pada akhir 2024. Total liabilitas juga menurun menjadi US$90,2 juta, sedangkan total ekuitas tercatat sebesar US$226,4 juta. Perubahan dalam kepemilikan dan manajemen yang terjadi setelah akuisisi diperkirakan akan memberikan tantangan dalam pemulihan kinerja keuangan ANJT ke depannya.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** ANJT