Penjualan Strategi BTC Jadi Biang Kerok Kejatuhan Bitcoin, Bukan Hype AI

Analis senior dari Arca mengungkapkan bahwa penurunan tajam harga Bitcoin baru-baru ini lebih disebabkan oleh aksi jual besar-besaran dari pemegang strategi BTC, bukan karena spekulasi seputar kecerdasan buatan (AI) yang selama ini ramai diperbincangkan. Pandangan ini memberikan perspektif baru di tengah kekhawatiran investor yang sempat mengaitkan koreksi pasar kripto dengan gejolak sektor teknologi.

Menurut laporan tersebut, volume penjualan dari entitas yang mengadopsi strategi akumulasi Bitcoin secara agresif menjadi faktor utama tekanan jual. Aliran dana keluar ini diperkirakan mencapai ribuan BTC dalam beberapa pekan terakhir, mengakibatkan kelebihan pasokan di pasar spot. Hal ini kontras dengan narasi populer yang menyalahkan sentimen negatif terhadap AI sebagai pemicu aksi ambil untung.

Dampak dari penjualan ini langsung terlihat pada pergerakan harga aset kripto terbesar dunia tersebut, yang sempat kehilangan lebih dari 15% nilainya dalam sepekan. Para trader institusional pun mulai mengkaji ulang strategi hedging mereka, karena volatilitas yang dipicu oleh aksi jual terencana ini dinilai lebih sulit diprediksi dibandingkan reaksi terhadap berita makroekonomi.

Ke depan, Arca memperingatkan bahwa jika tren penjualan dari pemegang strategi BTC berlanjut, support psikologis di level USD 80.000 bisa kembali diuji. Namun, dalam jangka panjang, fundamental jaringan Bitcoin tetap solid, sehingga koreksi ini justru dapat menjadi peluang akumulasi bagi investor yang memiliki toleransi risiko tinggi.