PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan kelanjutan program pembelian kembali saham atau buyback yang dimulai pada 11 Juni 2026. Langkah ini merupakan hasil keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025, yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap nilai pemegang saham dan kepercayaan di pasar modal Indonesia. Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong,
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan kelanjutan program pembelian kembali saham atau buyback yang dimulai pada 11 Juni 2026. Langkah ini merupakan hasil keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025, yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap nilai pemegang saham dan kepercayaan di pasar modal Indonesia.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan bahwa aksi buyback ini merupakan sinyal positif terhadap kondisi pasar serta mencerminkan optimisme perusahaan. Dia menegaskan bahwa keputusan ini telah mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan dan tetap mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Program buyback ini direncanakan berlangsung selama 12 bulan, mulai 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027, dengan total nilai hingga Rp5 triliun. Biaya ini mencakup biaya perantara pedagang efek dan biaya terkait lainnya. Hendra Lembong menekankan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan BCA, dan perusahaan akan terus memantau dinamika pasar selama proses ini berlangsung.
Dengan langkah strategis ini, BCA berupaya memperkuat posisi perusahaan di pasar dan memberikan sinyal positif kepada investor, yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan nilai saham di masa mendatang.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BCA
* **Sentimen Negatif:** –









Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *