Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, ambles 4,20 persen atau 245,019 poin ke level 5.594. Level tersebut menjadi yang terendah sejak krisis era pandemi Covid-19, menembus rekor terburuk sebelumnya pada 19 Mei 2021 di 5.760,58. Meskipun pasar sedang dalam fase ‘kebakaran’, sejumlah emiten justru memulai periode cum
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, ambles 4,20 persen atau 245,019 poin ke level 5.594. Level tersebut menjadi yang terendah sejak krisis era pandemi Covid-19, menembus rekor terburuk sebelumnya pada 19 Mei 2021 di 5.760,58. Meskipun pasar sedang dalam fase ‘kebakaran’, sejumlah emiten justru memulai periode cum date dividen pada awal pekan ini, Senin (8/6/2026), membuka peluang bagi investor yang ingin mengamankan hak dividen.
Di tengah volatilitas yang ekstrem, momentum cum dividen kerap dimanfaatkan investor jangka panjang untuk memperoleh imbal hasil tambahan. Saham-saham yang memasuki cum date hari ini menawarkan besaran dividen yang bervariasi, mulai dari nominal kecil hingga cukup signifikan. Investor perlu mencermati jadwal ini jika ingin tercatat sebagai pemegang saham yang berhak atas pembagian laba perusahaan.
Berikut daftar emiten yang memasuki masa cum dividen pada Senin, 8 Juni 2026: PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) dengan dividen sebesar Rp6,895 per saham; PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) sebesar Rp5; PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) sebesar Rp9,7; Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) sebesar Rp170; Nusantara Infrastructure Tbk (META) sebesar Rp2,62; Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) sebesar Rp2; serta Citra Tubindo Tbk (CTBN) sebesar Rp465 per saham.
Kondisi IHSG yang tertekan tidak serta-merta menghilangkan daya tarik dividen. Justru bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang, aksi akumulasi saham-saham berfundamental kuat di area rendah sambil menunggu pembagian dividen bisa menjadi strategi defensif. Namun, tetap diperlukan kewaspadaan terhadap potensi pergerakan harga pasca-cum date yang seringkali mengalami koreksi (ex-dividend adjustment). Analis menyarankan untuk tidak hanya berfokus pada besaran dividen, melainkan juga menilai prospek bisnis emiten di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.













Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *