Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None,
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
KABARBURSA.COM – PT Elnusa Tbk (ELSA) kembali memanjakan pemegang sahamnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Senin, 8 Juni 2026, perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp323,28 miliar atau 45 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp718,4 miliar.Jika dihitung per saham, investor akan menerima dividen sebesar Rp44,29, lebih tinggi sekitar 13 persen dibandingkan dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp39,11 per saham.Bukan hanya naik dibandingkan tahun lalu, angka tersebut juga menjadi dividen tertinggi sepanjang sejarah ELSA.Rekam Jejak Dividen yang Semakin DermawanJika melihat perjalanan dividen dalam beberapa tahun terakhir, ELSA menunjukkan tren yang cukup menarik. Pada 2021, perseroan membagikan dividen Rp10,24 per saham. Setahun kemudian jumlahnya turun menjadi Rp7,45 seiring kondisi bisnis yang belum sepenuhnya pulih.Namun sejak 2023, cerita ELSA berubah. Dividen melonjak menjadi Rp25,90, kemudian naik lagi menjadi Rp27,57 pada 2024, berlanjut ke Rp39,11 pada 2025, dan kini mencapai Rp44,29 per saham.Artinya, dalam tiga tahun terakhir dividen ELSA meningkat lebih dari 70 persen, mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang semakin baik sekaligus menjaga komitmen terhadap pemegang saham.Jika ditarik lebih jauh, ELSA juga memiliki rekam jejak pembagian dividen yang cukup konsisten sejak lebih dari satu dekade lalu. Bahkan ketika nominalnya masih berada di kisaran Rp1 hingga Rp10 per saham, perusahaan tetap mempertahankan tradisi membagikan keuntungan kepada investor.Sebagian Laba Tetap Disimpan untuk EkspansiMeski meningkatkan dividen, ELSA tidak mengorbankan kebutuhan ekspansi. Sebesar Rp395,12 miliar atau sekitar 55 persen laba bersih ditetapkan sebagai saldo laba ditahan yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis dan operasional perseroan.Strategi tersebut menunjukkan perusahaan masih menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil kepada investor dan mempertahankan ruang pertumbuhan di masa depan.Kenapa Saham Justru Turun?Menariknya, pasar tidak langsung merayakan keputusan tersebut. Pada perdagangan Senin, saham ELSA justru ditutup di level Rp555, turun 20 poin atau 3,48 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp575.Harga sempat bergerak di rentang Rp535 hingga Rp580, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp14,9 miliar.Dari struktur orderbook, tekanan jual masih terlihat cukup dominan. Total antrean jual mencapai sekitar 59.717 lot, lebih besar dibandingkan a… [content truncated]






Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *