Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None,
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
KABARBURSA.COM – Di Bursa Efek Indonesia, ada beberapa saham yang jarang menjadi pembicaraan. Tidak ramai diperdagangkan, tidak sering masuk daftar top gainers atau top losers, tetapi diam-diam memiliki bisnis yang sangat spesifik dan pemain global sebagai induk usahanya.PT Indo Kordsa Tbk (BRAM). Emiten ini bergerak di industri serat sintetis dan kain ban, memproduksi benang nylon, benang polyester, serta kain ban yang menjadi bahan penguat ban premium. Produknya tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi juga diekspor ke Eropa, Asia, hingga Timur Tengah.Di kawasan Asia Tenggara, BRAM bahkan dikenal sebagai salah satu pemasok utama bahan penguat ban premium. Namun yang menarik, di tengah bisnis yang berskala internasional itu, saham BRAM justru memiliki likuiditas yang sangat terbatas.Harga Premium, Investor SedikitPada perdagangan Senin, 8 Juni 2026, BRAM ditutup di level Rp4.230, turun 1,63 persen dari penutupan sebelumnya di Rp4.300. Nilai transaksi sepanjang hari hanya sekitar Rp17,48 juta dengan volume 41 lot dan frekuensi transaksi hanya 16 kali.Angka tersebut sangat kecil untuk ukuran perusahaan dengan kapitalisasi pasar hampir Rp1,9 triliun.Orderbook juga menggambarkan kondisi yang sama. Total antrean beli hanya 14 lot, sedangkan antrean jual sekitar 160 lot. Bahkan di level bid tertinggi hanya terdapat tiga lot pada harga Rp4.210, sementara sisi penawaran tersebar mulai Rp4.340 hingga Rp4.810.BRAM sepertinya lebih sering menjadi saham yang dipegang untuk investasi jangka panjang dibandingkan diperdagangkan setiap hari.Free Float 15,98 PersenSalah satu penyebabnya adalah struktur kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi. Sebanyak 61,59 persen saham BRAM dimiliki Kordsa Teknik Tekstil A.S., perusahaan asal Turki yang menjadi pengendali.Pemegang saham terbesar kedua adalah Endang Lestari Pujiastuti dengan kepemilikan 16,57 persen, disusul masyarakat non-warkat sebesar 15,98 persen dan PT Risjadson Suryatama 5,61 persen.Artinya, saham yang benar-benar beredar di publik hanya sekitar 15,98 persen.Free float yang kecil inilah yang membuat likuiditas BRAM relatif rendah dan pergerakan harganya cenderung tidak seramai saham manufaktur lainnya.Fundamental Bangkit, Neraca SehatYang menarik justru datang dari laporan keuangannya. Pada kuartal I 2026, BRAM membukukan pendapatan Rp626 miliar.Memang angka tersebut lebih rendah dibandingkan Rp689 miliar pada periode yang sama tahun lalu, tetapi laba bersih justru melonjak menjadi Rp96 miliar, jauh lebih ti… [content truncated]















Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *