728 x 90

Ekspansi Emiten Boy Thohir, Bagaimana Dividen?

Ekspansi Emiten Boy Thohir, Bagaimana Dividen?

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 402 – {‘error’: {‘message’: “litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify your membership benefits at this time. Please ensure your membership is active.No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 402 – {‘error’: {‘message’: “litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify your membership benefits at this time. Please ensure your membership is active.No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify your membership benefits at this time. Please ensure your membership is active.No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]”, ‘type’: ‘invalid_request_error’, ‘param’: None, ‘code’: ‘402’}}

Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily

JAKARTA, investor.id – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), emiten Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, menargetkan studi kelayakan rencana ekspansi amonia rendah karbon (blue ammonia) rampung akhir 2026. Belanja modal (capex) untuk proyek itu berkisar US$ 120-150 juta.

ESSA juga menargetkan pra-studi kelayakan proyek bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) selesai pada akhir kuartal II-2026.

Selain itu, ESSA mengevaluasi beberapa proyek di sektor energi, yang baru diumumkan setelah 4 syarat terkunci, yaitu bahan baku (feedstock), teknologi, kredibilitas kontraktor (EPC), dan pembeli (offtaker).

“Dengan neraca yang debt free – kas US$ 164 juta tanpa utang berbunga – dan arus kas kuat pada tahun ini – potensi windfall profit 2026 – memberi ruang besar bagi ESSA untuk mendanai ekspansi ke depan,” tulis Investment Analyst Stockbit Group, Theodorus Melvin dalam ulasannya, Senin (8/6/2026).

Stockbit telah mengadakan ‘Closed Door Meeting’ dengan manajemen ESSA, baru-baru ini. Selain rencana ekspansi, turut mencuat beberapa topik penting. Salah satunya soal harga amonia.

Harga amonia masih tinggi dengan acuan Asia Tenggara yang menjadi basis penjualan ESSA di kisaran US$ 750/MT. Sedangkan harga acuan India lebih tinggi di kisaran US$ 880/MT akibat musim pemupukan pada periode Mei-Juni 2026.

Lonjakan harga amonia pada kuartal II-2026 masih didominasi oleh gangguan pasokan Timur Tengah akibat penutupan Selat Hormuz, yang diperparah oleh keterbatasan suplai lain seperti gangguan teknis pabrik Yara di Australia dan pemeliharaan pabrik ESSA.

“Merespons harga tinggi ini, manajemen ESSA justru relatif konservatif untuk harga jangka panjang. Harga spot saat ini berkisar US$ 700-800/MT memang relatif tinggi, tetapi level di atas US$ 800/MT dinilai tidak berkelanjutan (mirip tahun 2022), sehingga berisiko memicu demand destruction,” ungkap Melvin.

Meski demikian, manajemen ESSA memperkirakan bahwa normalisasi harga butuh waktu sekitar 3-6 bulan, bahkan jika konflik Timur Tengah mereda besok. Ini karena pabrik perlu waktu start-up dan logistik pengapalan tidak dapat terjadi secara instan.

Stockbit mengestimasi produksi amonia ESSA pada kuartal II-2026 turun ke kisaran 110-130 ribu ton akibat maintenance terjadwal selama 35-40 hari sejak 6 Mei 2026. Manajemen ESSA menyatakan pelaksanaan maintenance masih sesuai jadwal.

Meski produksi pada kuartal II-2026 turun, penjualan pada periode t… [content truncated]

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos