EinsNews, JAKARTA — Kekhawatiran terhadap daya serap pasar yang sempat muncul saat wacana penambahan porsi saham publik (free float) pertama kali digulirkan kini mulai terbukti. Perusahaan-perusahaan tercatat di bursa efek Indonesia dihadapkan pada tekanan untuk memenuhi batas minimum free float di tengah kondisi pasar yang sedang dilanda arus jual masif. Kondisi ini semakin diperparah oleh
EinsNews, JAKARTA — Kekhawatiran terhadap daya serap pasar yang sempat muncul saat wacana penambahan porsi saham publik (free float) pertama kali digulirkan kini mulai terbukti. Perusahaan-perusahaan tercatat di bursa efek Indonesia dihadapkan pada tekanan untuk memenuhi batas minimum free float di tengah kondisi pasar yang sedang dilanda arus jual masif.
Kondisi ini semakin diperparah oleh aksi jual besar-besaran yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga turun 32,46% secara year-to-date ke level 5.839 pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Tekanan berlanjut pada penutupan Jumat (5/6/2026) di mana IHSG kembali terpangkas 4,20% ke level 5.594. Sementara itu, aksi jual bersih (net sell) investor asing sepanjang tahun berjalan membengkak menjadi Rp57,63 triliun, menambah beban likuiditas di pasar.
Dilema yang dihadapi emiten semakin kompleks karena di satu sisi mereka harus menambah porsi saham yang beredar di publik untuk memenuhi regulasi, namun di sisi lain kondisi pasar yang sedang lesu membuat proses tersebut berisiko menekan harga saham lebih dalam. Analis menilai jika penambahan free float tetap dipaksakan di tengah aksi jual yang masih deras, maka tekanan suplai akan semakin memperburuk penurunan indeks dan nilai kapitalisasi pasar.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya efek domino, di mana emiten yang gagal memenuhi batas minimum free float bisa menghadapi sanksi administratif, sementara upaya pemenuhan justru berpotensi memicu koreksi lebih lanjut. Para pelaku pasar kini mencermati langkah regulator dan kesiapan emiten dalam menjalankan kewajiban tersebut di tengah volatilitas yang masih tinggi.















Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *