EinsNews, Jakarta – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) bersiap memasuki periode cum dividen untuk pasar tunai, setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 22 Mei 2026 memutuskan pembagian dividen tunai sebesar USD200 juta, dengan jadwal pembayaran pada 18 Juni 2026. Namun, momentum dividen tersebut tidak mampu membendung pelemahan harga saham. Pada perdagangan Jumat, 5
EinsNews, Jakarta – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) bersiap memasuki periode cum dividen untuk pasar tunai, setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 22 Mei 2026 memutuskan pembagian dividen tunai sebesar USD200 juta, dengan jadwal pembayaran pada 18 Juni 2026. Namun, momentum dividen tersebut tidak mampu membendung pelemahan harga saham. Pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, AADI tercatat melemah 450 poin atau 5,61 persen ke level 7.575, memperpanjang tren penurunan dari kisaran 8.400 pada akhir Mei. Hal ini mengindikasikan bahwa sentimen dividen belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan jual yang masih berlangsung.
Tekanan jual semakin terlihat dari aliran dana investor asing. Data perdagangan menunjukkan foreign sell mencapai Rp111,34 miliar, jauh melampaui foreign buy sebesar Rp70,50 miliar, sehingga menghasilkan net foreign sell Rp40,84 miliar pada 5 Juni. Pola ini konsisten dalam lima hari perdagangan terakhir: net sell berturut-turut sebesar Rp58,73 miliar (2 Juni), Rp14,79 miliar (3 Juni), Rp17,07 miliar (4 Juni), serta Rp40,84 miliar (5 Juni). Satu-satunya momen pembelian bersih asing hanya terjadi pada 26 Mei, yakni Rp8,75 miliar. Artinya, aliran modal asing masih keluar dan belum menunjukkan minat akumulasi meski ada katalis dividen.
Dari sisi teknikal, indikator moving average masih mengirimkan sinyal sangat jual. Mayoritas rata-rata pergerakan, mulai dari MA5 hingga MA50 (sederhana maupun eksponensial), memberikan sinyal jual. Hanya MA100 dan MA200 sederhana yang masih berada di area beli, sementara versi eksponensialnya tetap menunjukkan jual. Konfigurasi ini mencerminkan tekanan jangka pendek hingga menengah yang masih dominan, sehingga setiap kenaikan harga berpotensi dimanfaatkan sebagai area distribusi, bukan awal pembalikan tren.
Meskipun demikian, pergerakan harga AADI mulai mendekati area support teknikal yang menarik. Pivot point menunjukkan level support potensial, namun belum ada konfirmasi sinyal rebound yang meyakinkan. Investor perlu mencermati volume perdagangan dan perubahan aliran dana asing sebagai indikasi awal pembalikan. Dengan sentimen dividen yang belum mampu mengangkat harga, pasar masih menunggu katalis baru untuk mengubah arah pergerakan saham ini.















Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *