Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sebanyak 15 perusahaan telah masuk dalam antrean penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan nilai indikatif mencapai Rp3,67 triliun. Rencana ini menjadi bagian dari 75 aksi penawaran umum yang saat ini dalam pipeline penggalangan dana di pasar modal domestik, yang secara total diperkirakan mampu menghimpun dana
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sebanyak 15 perusahaan telah masuk dalam antrean penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan nilai indikatif mencapai Rp3,67 triliun. Rencana ini menjadi bagian dari 75 aksi penawaran umum yang saat ini dalam pipeline penggalangan dana di pasar modal domestik, yang secara total diperkirakan mampu menghimpun dana hingga Rp56,93 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa pipeline tersebut mencakup berbagai instrumen pendanaan. Selain IPO, tercatat 13 perusahaan berencana menggelar Penawaran Umum Terbatas (rights issue) dengan nilai indikatif Rp11,12 triliun, satu perusahaan bersiap menerbitkan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), serta 46 perusahaan masuk dalam pipeline Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS dengan total nilai Rp40,14 triliun. Kondisi ini menunjukkan aktivitas fundraising yang tetap tinggi di tengah tekanan pasar modal domestik.
Meskipun pasar modal masih menghadapi tantangan, OJK menilai daya tahan pasar tetap relatif baik. Hingga akhir Mei 2026, total dana yang berhasil dihimpun melalui pasar modal mencapai Rp68,18 triliun dari 59 aksi penawaran umum. Realisasi IPO baru berkontribusi Rp300 miliar, sementara rights issue sebesar Rp140 miliar, penerbitan EBUS Rp4,30 triliun, dan PUB EBUS mendominasi dengan Rp63,44 triliun.
Pertumbuhan jumlah investor juga menjadi sinyal positif. Hingga Mei 2026, total investor pasar modal mencapai 27,75 juta single investor identification (SID), meningkat 1,26 juta investor sejak awal tahun atau tumbuh 36,27% secara year-to-date. Hasan menegaskan bahwa pasar modal domestik terus menjalankan fungsi strategis sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi korporasi dan pemerintah, sehingga antrean IPO yang mengumpul ini menjadi indikasi optimisme pelaku usaha terhadap likuiditas pasar.















Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *