PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) memutuskan untuk membagikan dividen tunai final sebesar Rp372,17 miliar dari laba tahun buku 2025. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Mei 2026. Dividen tersebut setara dengan Rp465 per saham, tanpa adanya pembagian dividen interim sebelumnya sehingga seluruh alokasi laba dibayarkan sekaligus.
Langkah ini didukung oleh kinerja keuangan solid perseroan sepanjang 2025. CTBN membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD21,78 juta per 31 Desember 2025. Sementara itu, saldo laba ditahan yang belum dibatasi penggunaannya mencapai USD71,99 juta dan total ekuitas tercatat USD124,47 juta. Dengan rasio pembayaran yang cukup agresif, emiten sektor energi ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap imbal hasil pemegang saham.
Bagi investor yang ingin mendapatkan hak dividen, periode kritis dimulai pada 8 Juni 2026 sebagai tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi. Saham akan diperdagangkan tanpa hak dividen (ex dividen) pada 9 Juni 2026, dengan recording date ditetapkan pada 10 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 2 Juli 2026, memberikan kepastian arus kas bagi investor yang tercatat.
Saham CTBN sendiri menunjukkan pergerakan positif dalam sepekan terakhir, menguat 3,04% ke level Rp5.925 per saham pada 3 Juni 2026, meskipun kinerja kuartal I 2026 masih berada dalam tekanan. Rentang perdagangan harian tercatat antara Rp5.800 hingga Rp6.150. Sebagai pemasok utama produk tubular dan jasa premium threading untuk industri migas domestik dan internasional, prospek CTBN tetap terikat pada siklus harga energi dan belanja modal sektor hulu.
Para analis menilai pembagian dividen besar ini menjadi katalis positif jangka pendek, namun investor perlu mencermati fundamental kuartal I 2026 yang mungkin mempengaruhi valuasi ke depan. Momentum penguatan saham bisa berlanjut jika harga minyak mentah tetap stabil dan kontrak baru mengalir ke perseroan.

