AADI Cum Date Dividen Besok: Asing Pergi, Harga Menepi

KABARBURSA.COM – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) akan membagikan dividen tunai sebesar USD200 juta, atau sekitar 26,3 persen, dari laba bersih 2025. Cum date dividen dijadwalkan berlangsung Kamis, 4 Juni 2026. Sehari sebelum cum date, harga saham bergerak dalam tren melemah. Dari level 9.450 pada 12 Mei, AADI turun bertahap hingga ditutup di level 8.025 pada 3 Juni. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, saham ini telah terkoreksi sekitar 15 persen.Pelemahan tidak terjadi dalam satu kali guncangan. Hampir setiap upaya pemulihan harga selalu diikuti tekanan jual baru. Pada 19 Mei, misalnya, saham sempat tertekan 8,38 persen dalam sehari. Sejak saat itu, AADI belum mampu kembali ke area psikologis 9.000 dan terus bergerak turun mendekati level 8.000 menjelang cum date.Yang menarik, tekanan harga tersebut berjalan seiring dengan perubahan perilaku investor asing.Dalam beberapa hari terakhir, investor asing terlihat konsisten melakukan penjualan bersih. Pada 21 Mei, asing membukukan net sell Rp88,39 miliar. Sehari setelahnya masih terjadi net sell Rp9,76 miliar. Tekanan berlanjut pada 25 Mei sebesar Rp31,41 miliar, 29 Mei Rp39,73 miliar, dan 2 Juni mencapai Rp58,73 miliar.Memang sempat muncul pengecualian pada 20 Mei ketika investor asing mencatatkan net buy Rp61,76 miliar dan pada 19 Mei sebesar Rp40,33 miliar. Namun secara keseluruhan, arus dana asing dalam dua pekan terakhir lebih banyak mengarah keluar dibanding masuk.Pertanyaannya, mengapa investor asing justru cenderung mengurangi posisi?Salah satu penjelasannya adalah pasar kemungkinan sudah lebih dulu mendiskon informasi dividen tersebut. Dividen bukan lagi kejutan baru karena keputusan pembagian laba telah diketahui publik sejak RUPS. Dalam kondisi seperti itu, sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan lebih awal dibanding menunggu tanggal cum date.Selain itu, pasar juga sedang mempertimbangkan faktor lain yang lebih besar dibanding sekadar dividen, yakni prospek harga batu bara dan arah bisnis grup Adaro ke depan. Bagi investor institusi, keputusan investasi sering kali ditentukan oleh ekspektasi laba masa depan, bukan hanya besaran dividen yang diterima dalam satu periode.Meski demikian, posisi AADI saat ini tetap menarik untuk dicermati. Harga saham sudah turun cukup dalam mendekati area 8.000, sementara jadwal cum date tinggal satu hari perdagangan lagi. Kondisi seperti ini sering menciptakan dua kemungkinan. Pertama, muncul aksi beli menjelang penutupan cum date dari investor y… [content truncated]