Telkom (TLKM) Siapkan Buyback Rp4 Triliun, Upaya Menahan Koreksi Saham 17% YTD

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung.

Pelaksanaan buyback dapat dilakukan di dalam maupun di luar Bursa Efek Indonesia, baik bertahap maupun sekaligus, dan harus selesai dalam 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 8 Juni 2026. Telkom mengalokasikan kas internal sebesar Rp4 triliun untuk mencakup biaya transaksi, komisi, dan beban terkait lainnya. Lebih lanjut, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak boleh melampaui 10% dari total modal ditempatkan dan disetor, sesuai regulasi yang berlaku.

Langkah ini diambil di saat harga saham TLKM menunjukkan tekanan signifikan. Pada perdagangan terakhir, saham TLKM tercatat stagnan di level Rp2.890 per saham, namun secara year-to-date (YTD) telah anjlok 16,95%. Kondisi ini mencerminkan sentimen negatif pasar terhadap sektor telekomunikasi, sehingga buyback diharapkan mampu menopang harga saham dan mengirimkan sinyal positif kepada investor.

Manajemen Telkom memastikan bahwa buyback tidak akan mengganggu likuiditas saham di pasar. Perseroan berkomitmen untuk tidak melakukan pembelian jika mengurangi signifikan jumlah saham beredar, serta menjaga free float tetap di atas ambang batas 15% sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Dengan fundamental yang solid, aksi buyback ini diharapkan menjadi katalis jangka pendek bagi pemulihan harga saham.