Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘400’}}
Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily
JAKARTA, investor.id – Saham emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) laris manis ditransaksikan di sesi I perdagangan Rabu (10/6/2026). Harga saham DSSA pun kembali melambung.
Di sekitar pukul 11.04 WIB, saham Dian Swastatika Sentosa melompat 16,30% ke Rp 785. Sudah sebanyak 1,06 miliar saham DSSA ditransaksikan, frekuensi 88.911 kali, dan nilai transaksi Rp 806,5 miliar.
Volume saham DSSA di sesi I hari ini sudah melampaui volume kemarin. Di mana hanya 517,23 juta saham diperdagangkan, frekuensi 43.675 kali, dan nilai transaksi Rp 331,66 miliar. Saham DSSA diserbu di hari ini.
Adapun pada perdagangan kemarin, saham emiten Grup Sinar Mas DSSA juga melompat 13,45%. Setelah pada tiga hari bursa sebelumnya selalu berada di zona merah.
Sebelumnya, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menilai bahwa transformasi bisnis yang dilakukan DSSA cukup menarik. Perseroan memposisikan batu bara sebagai cash cow untuk mendanai transisi ke infrastruktur digital dan AI.
Adapun untuk mendongkrak kembali harga saham DSSA, Wafi mengatakan, setidaknya ada beberapa katalis yang dibutuhkan. Pertama, penyelesaian passive outflow FTSE. Disusul, aksi korporasi pemenuhan persentase kepemilikan saham publik (non-HSC) agar bisa kembali masuk radar indeks global.
Selain itu, investor juga butuh bukti nyata pertumbuhan revenue segmen digital yang mulai berkontribusi terhadap pendapatan perseroan, serta aksi akumulasi institusional domestik sebagai sinyal kepercayaan.
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id











Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *