Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘400’}}
Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily
JAKARTA, investor.id – PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) resmi menyelesaikan akuisisi aset strategis seluas 1,5 hektar di kawasan Cikarang, Jawa Barat, sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha ke sektor pengolahan pangan. Langkah korporasi tersebut menjadi tonggak penting transformasi bisnis perseroan dari agribisnis menuju industri pangan terintegrasi dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Aset yang diakuisisi telah dilengkapi dengan seluruh perizinan operasional yang dibutuhkan sehingga dapat segera dioptimalkan untuk mendukung kegiatan produksi. Melalui akuisisi ini, DEWI menargetkan penguatan rantai bisnis dari sektor hulu hingga hilir sekaligus memperluas sumber pendapatan baru di luar bisnis inti yang selama ini dijalankan.
Direktur Utama Dewi Shri Farmindo Aditiya Fajar Junus mengatakan ekspansi ke sektor pengolahan pangan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk membangun ekosistem usaha yang lebih terintegrasi.
“Kami tidak hanya memperluas bisnis, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang lebih terintegrasi. Dengan fasilitas yang sudah siap dan perizinan yang lengkap, kami optimistis dapat segera masuk dan bersaing di industri frozen food,” ujar Aditiya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).
Menurut manajemen, fasilitas yang diakuisisi diproyeksikan mampu memberikan kontribusi sekitar 15% terhadap total penjualan perseroan pada tahun pertama operasional. Kontribusi tersebut diperkirakan meningkat hingga 40% setelah fasilitas beroperasi secara penuh.
Aset yang diperoleh mencakup rumah potong ayam (RPA) berstandar industri, fasilitas cold storage, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya yang siap digunakan untuk kegiatan pengolahan dan distribusi produk makanan beku.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai memberikan keunggulan kompetitif karena memungkinkan perseroan mengendalikan kualitas bahan baku secara langsung sejak proses awal produksi hingga produk akhir diterima konsumen. Strategi integrasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga konsistensi kualitas produk.
Selain fasilitas produksi yang telah siap digunakan, lokasi aset di kawasan industri Cikarang dinilai memiliki nilai strategis dari sisi logistik dan distribusi. Kawasan tersebut memiliki akses yang baik ke berbagai pusat konsumsi utama, khususnya wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat yang merupakan pasar terbesar produk pangan nasiona… [content truncated]













Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *