PT Unilever Indonesia Tbk mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp7,63 triliun, setara dengan seluruh laba bersih yang dibukukan pada tahun buku 2025. Rasio pembayaran dividen 100% ini mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan imbal hasil maksimal kepada pemegang saham, sekaligus menjadi sinyal kepercayaan terhadap fundamental bisnis yang sedang pulih. Keputusan ini diambil di tengah momentum perbaikan kinerja
PT Unilever Indonesia Tbk mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp7,63 triliun, setara dengan seluruh laba bersih yang dibukukan pada tahun buku 2025. Rasio pembayaran dividen 100% ini mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan imbal hasil maksimal kepada pemegang saham, sekaligus menjadi sinyal kepercayaan terhadap fundamental bisnis yang sedang pulih. Keputusan ini diambil di tengah momentum perbaikan kinerja yang ditandai dengan pertumbuhan penjualan dan laba yang solid.
Sepanjang 2025, Unilever Indonesia mencatat penjualan bersih sebesar Rp31,9 triliun, meningkat 4,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih dari operasi berkelanjutan melonjak 21,8% menjadi Rp3,5 triliun, didorong oleh efisiensi operasional dan penguatan portofolio produk. Arus kas bebas (free cash flow) tercatat sebesar Rp4,9 triliun, atau 1,7 kali lipat lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Selain itu, perseroan berhasil mempertahankan posisi tanpa utang (zero debt) hingga akhir tahun, menunjukkan disiplin alokasi modal yang ketat.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menegaskan bahwa transformasi struktural yang dijalankan mulai membuahkan hasil nyata. “Hasil ini menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural memberikan dampak berkelanjutan terhadap pertumbuhan dan profitabilitas,” ujarnya. Kinerja positif berlanjut pada kuartal I 2026, di mana penjualan domestik naik 3,5% dengan pertumbuhan volume mendasar 2,1%, sementara laba bersih operasi berkelanjutan mencapai Rp1,3 triliun—meningkat 14,1% secara tahunan.
Dari perspektif pasar, pembagian dividen jumbo ini menjadi katalis positif bagi saham Unilever Indonesia. Investor melihat rasio pembayaran 100% sebagai indikasi bahwa perseroan tidak hanya memiliki likuiditas yang kuat, tetapi juga optimisme terhadap prospek bisnis ke depan. Dengan strategi fokus pada merek utama dan peningkatan volume penjualan, Unilever Indonesia dipandang mampu mempertahankan pertumbuhan di tengah tantangan eksternal. Kinerja kuartal I 2026 yang solid memperkuat ekspektasi bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun akselerasi bagi pemulihan fundamental perseroan.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *