Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 402 – {‘error’: {‘message’: “litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify your membership benefits at this time. Please ensure your membership is active.No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 402 – {‘error’: {‘message’: “litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify your membership benefits at this time. Please ensure your membership is active.No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify your membership benefits at this time. Please ensure your membership is active.No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]”, ‘type’: ‘invalid_request_error’, ‘param’: None, ‘code’: ‘402’}}
Isi berita asli:
Antrean calon perusahaan yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan. Data terbaru menunjukkan kini hanya tersisa 12 calon emiten dalam daftar tunggu initial public offering (IPO), berkurang dari posisi sebelumnya yang mencapai 15 perusahaan.
Dikutip dari Detik Finance, pengurangan jumlah calon emiten ini utamanya terjadi pada kelompok perusahaan dengan aset skala besar di atas Rp 250 miliar. Kelompok ini menyusut menjadi delapan calon perusahaan dari yang sebelumnya berjumlah 11 emiten.
“8 Perusahaan aset skala besar, aset di atas Rp 250 miliar,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam laporannya, Senin (8/6/2026).
Sementara itu, untuk kategori perusahaan dengan aset skala menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, jumlahnya tercatat sebanyak empat calon emiten. Hingga saat ini, pihak otoritas bursa baru merealisasikan satu kali IPO dengan total himpunan dana mencapai Rp 300 miliar.
Seluruh calon emiten yang berjumlah 12 perusahaan tersebut tersebar di beberapa sektor. Sektor-sektor tersebut meliputi Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, Financials, Healthcare, Infrastructures, dan Technology.
I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa penurunan kuantitas calon emiten ini dipengaruhi oleh beberapa faktor teknis. Di antaranya adalah proses revisi laporan keuangan, pemenuhan kelengkapan dokumen administratif, hingga masalah persetujuan.
“Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan LK terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, ada yang belum disetujui,” terangnya.
Berdasarkan catatan Detik Finance, sepanjang periode ini baru ada satu korporasi yang resmi melantai di bursa, yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) pada 10 April 2026. Pada perdagangan perdananya, saham WBSA langsung menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) dengan kenaikan 34,52% ke posisi Rp 226 per lembar saham.
Perusahaan tersebut juga membukukan kelebihan permintaan atau oversubscribe yang sangat tinggi, yakni mencapai 386,86 kali dari total pencatatan saham perdana. Melalui aksi korporasi strategis tersebut, BSA Logistic sukses meraup dana segar sebesar Rp 302,4 cubic melalui mekanisme IPO.















Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *