Jumlah perusahaan yang tengah mengantre untuk melantai di bursa efek kembali mengalami penurunan. Berdasarkan data terbaru otoritas bursa hingga awal Juni 2026, daftar tunggu penawaran umum perdana saham (IPO) kini hanya tersisa 12 calon emiten, berkurang dari posisi 15 perusahaan pada akhir bulan lalu. Penyusutan ini dipicu oleh berbagai faktor administratif dan teknis yang tengah
Jumlah perusahaan yang tengah mengantre untuk melantai di bursa efek kembali mengalami penurunan. Berdasarkan data terbaru otoritas bursa hingga awal Juni 2026, daftar tunggu penawaran umum perdana saham (IPO) kini hanya tersisa 12 calon emiten, berkurang dari posisi 15 perusahaan pada akhir bulan lalu. Penyusutan ini dipicu oleh berbagai faktor administratif dan teknis yang tengah dipenuhi oleh masing-masing perusahaan, seperti revisi laporan keuangan menggunakan data terkini, kelengkapan dokumen yang masih diperlukan, serta proses persetujuan yang belum rampung.
Dari total 12 perusahaan yang bersiap melantai, mayoritas merupakan korporasi dengan skala aset jumbo. Mengacu pada klasifikasi POJK No. 53/POJK.04/2017, sebanyak 8 perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar, sementara sisanya—4 perusahaan—masuk dalam kategori aset menengah dengan nilai antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Realisasi emiten baru hingga pekan pertama Juni 2026 masih terbilang minim, di mana baru satu perusahaan yang resmi tercatat dengan total dana terkumpul Rp300 miliar.
Jika ditelisik dari sektor industrinya, minat korporasi untuk masuk ke pasar modal kali ini terkonsentrasi pada beberapa bidang usaha. Sektor kesehatan dan barang konsumen primer (consumer cyclicals) menjadi motor utama dengan masing-masing menyumbang tiga calon emiten. Sektor barang konsumen non-primer dan infrastruktur masing-masing menempatkan dua perusahaan dalam antrean, sementara sektor keuangan dan teknologi masing-masing menyumbang satu calon emiten.
Di sisi lain, sejumlah sektor strategis justru nihil perwakilan dalam pipeline IPO. Sektor bahan baku, energi, industri, properti & real estat, serta transportasi & logistik tercatat absen dari daftar perusahaan yang tengah memproses pencatatan saham perdana. Kondisi ini mencerminkan masih terbatasnya minat perusahaan dari sektor-sektor tersebut untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan ekspansi di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *