PT Bank Nagari menyalurkan dividen sebesar Rp326,61 miliar kepada para pemegang saham berdasarkan kinerja tahun buku 2025. Kontribusi ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah di Sumatera Barat, yang mayoritas merupakan pemegang saham bank pembangunan daerah tersebut. Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menegaskan bahwa pembagian dividen tahun ini mencerminkan komitmen perseroan
PT Bank Nagari menyalurkan dividen sebesar Rp326,61 miliar kepada para pemegang saham berdasarkan kinerja tahun buku 2025. Kontribusi ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah di Sumatera Barat, yang mayoritas merupakan pemegang saham bank pembangunan daerah tersebut. Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menegaskan bahwa pembagian dividen tahun ini mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kontribusi dividen Bank Nagari terhadap PAD Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencapai 12,12 persen. Di sejumlah daerah, ketergantungan terhadap dividen ini bahkan jauh lebih tinggi. Kota Pariaman mencatat kontribusi hingga 75,74 persen terhadap PAD, sementara Kota Solok mencapai 62,16 persen. Fenomena ini menunjukkan bahwa Bank Nagari tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, melainkan juga sebagai penopang fiskal yang krusial bagi daerah-daerah di Sumatera Barat.
Kemampuan perseroan membagikan dividen tersebut didorong oleh pertumbuhan bisnis yang terjaga di tengah tantangan industri perbankan, termasuk kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Hingga April 2026, Bank Nagari mencatatkan total aset sebesar Rp34,21 triliun, dengan penyaluran kredit mencapai Rp25,25 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp27,95 triliun. Laba bersih perseroan pada periode yang sama tercatat Rp145,49 miliar. Gusti menekankan bahwa efisiensi operasional dan pengelolaan risiko yang hati-hati menjadi fokus utama untuk mempertahankan kinerja di tengah tekanan suku bunga.
Dari sisi pangsa pasar, Bank Nagari masih mendominasi industri perbankan di Sumatera Barat. Hingga April 2026, pangsa pasar aset mencapai 39,21 persen, sementara pangsa pasar kredit sebesar 33,33 persen. Dominasi ini memperkuat posisi Bank Nagari sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mitra strategis bagi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan fiskal dan sektor riil.












Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *