PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan sahamnya setelah SCG Chemicals Public Company Limited, salah satu pemegang saham utama, melakukan aksi jual besar-besaran pada awal Juni 2026. Melalui serangkaian transaksi di Bursa Efek Indonesia, SCG melepas total lebih dari 12,8 miliar lembar saham TPIA dalam waktu hanya empat hari perdagangan.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan sahamnya setelah SCG Chemicals Public Company Limited, salah satu pemegang saham utama, melakukan aksi jual besar-besaran pada awal Juni 2026. Melalui serangkaian transaksi di Bursa Efek Indonesia, SCG melepas total lebih dari 12,8 miliar lembar saham TPIA dalam waktu hanya empat hari perdagangan.
Penjualan pertama terjadi pada 2 Juni, di mana SCG menjual 1,027 miliar saham dengan rentang harga Rp1.698 hingga Rp2.070 per saham. Aksi jual kemudian berlanjut pada 4 Juni dengan pelepasan 1,345 miliar saham di harga Rp1.396, dan mencapai puncaknya pada 5 Juni dengan dua transaksi besar: 9,143 miliar saham di Rp962 per saham serta 1,34 miliar saham di Rp1.379 per saham. Dari seluruh transaksi tersebut, SCG diperkirakan mengantongi dana segar sekitar Rp12 triliun lebih.
Dampak langsung dari gelombang penjualan ini adalah penurunan drastis kepemilikan SCG di TPIA. Sebelum aksi jual, SCG menguasai 30,57% saham emiten petrokimia yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu tersebut. Setelah transaksi rampung, porsi kepemilikan SCG menyusut menjadi hanya 15,71%—menandai pengurangan lebih dari separuh dalam waktu singkat.
Langkah SCG ini memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar. Di satu sisi, pelepasan saham dalam jumlah besar bisa diartikan sebagai strategi exit atau realisasi keuntungan di tengah volatilitas harga. Di sisi lain, aksi jual agresif kerap menjadi sinyal negatif bagi prospek jangka panjang perusahaan. Harga saham TPIA sendiri tercatat bergerak dalam tren menurun selama periode transaksi, menunjukkan tekanan jual yang kuat.
Ke depan, investor akan mencermati apakah SCG akan melanjutkan divestasi atau mempertahankan sisa kepemilikannya. Perubahan komposisi pemegang saham utama ini juga berpotensi menggeser dinamika tata kelola TPIA, termasuk kemungkinan masuknya investor strategis baru. Bagi pasar, aksi korporasi ini menjadi pengingat bahwa perubahan kepemilikan secara masif bisa mengubah peta persaingan di sektor petrokimia nasional.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *