Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Kamis (4/6/2026), ditutup melemah 1,7% ke level 5.839,78. Koreksi ini berhasil dipangkas sebagian pada akhir sesi setelah sempat menyentuh level terendah intraday. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp25,53 triliun dengan volume perdagangan mencapai 39,68 miliar saham yang terealisasi dalam 2,29 juta kali transaksi. Sebanyak 623 saham ditutup di zona merah, sementara 106 saham menguat dan 85 saham stagnan.
Di tengah koreksi tersebut, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang masif. Data perdagangan menunjukkan total net sell asing di seluruh pasar mencapai Rp1,27 triliun, dengan tekanan jual terbesar terjadi di pasar reguler sebesar Rp1,43 triliun. Namun, di sisi lain, investor asing juga melakukan pembelian bersih senilai Rp163,11 miliar di pasar negosiasi dan tunai, yang sedikit meredam dampak jualan besar-besaran tersebut.
Fokus utama aksi jual asing tertuju pada sejumlah saham unggulan, di mana sepuluh emiten mencatatkan net foreign sell tertinggi. Sektor perbankan dan komoditas menjadi sasaran utama pelepasan, sejalan dengan sentimen global yang masih bearish. Tekanan jual ini turut memperberat laju IHSG yang sudah berada dalam fase koreksi dalam beberapa hari terakhir.
Para analis memandang bahwa aksi jual asing yang berlanjut ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi domestik dan ketidakpastian global. Meskipun demikian, volume transaksi yang tetap tinggi mengindikasikan masih adanya minat beli dari investor lokal. Pergerakan IHSG ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen eksternal dan konsistensi aliran dana asing.

