Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘Authentication Error, All connection attempts failed’, ‘type’: ‘auth_error’, ‘param’: ‘None’, ‘code’: ‘401’}} Isi berita asli: Hanya ditopang lokal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya menguat dua hari.Tekanan jual yang masih terjadi di pasar membuat indeks terkoreksi meski aktivitas transaksi tetap ramai. IHSG turun
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘Authentication Error, All connection attempts failed’, ‘type’: ‘auth_error’, ‘param’: ‘None’, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
Hanya ditopang lokal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya menguat dua hari.Tekanan jual yang masih terjadi di pasar membuat indeks terkoreksi meski aktivitas transaksi tetap ramai. IHSG turun 0,27% atau 15,86 poin ke level 5.886,03.
Tekanan pada IHSG sejalan dengan masih berlanjutnya aksi jual investor asing. Pada perdagangan Kamis, investor asing membukukan net sell atau jual bersih sebesar Rp252,65 miliar di seluruh pasar.
Namun investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham pilihan saat IHSG berada di zona merah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp 387,96 miliar.
Nilai tersebut menjadi yang terbesar di antara seluruh saham yang diperdagangkan kmarin, BBCA mengalahkan2. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 97,18 miliar 3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 87,77 miliar
Masuknya dana asing turut mendorong kenaikan harga saham BBCA sebesar 3,1% atau Rp 175 menjadi Rp 5.825 per saham pada penutupan perdagangan. Penguatan tersebut memperpanjang tren kenaikan saham BBCA selama tiga hari berturut-turut.
Selain menjadi saham dengan net buy asing terbesar, BBCA juga mencatatkan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler. Nilai transaksi saham emiten perbankan terbesar di Indonesia itu mencapai Rp 3,17 triliun atau sekitar 14,25% dari total nilai transaksi saham di BEI sepanjang hari.
Minat investor terhadap BBCA muncul di tengah pandangan sejumlah analis yang menilai valuasi saham sektor perbankan masih relatif murah. BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 10.900 per saham.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan menilai, valuasi BBCA saat ini berada di kisaran mendekati minus dua standar deviasi (-2SD) dibandingkan rata-rata price to book value (P/BV) selama 10 tahun terakhir yang berada di level 2,1 kali.
“Kondisi tersebut dinilai menciptakan ruang valuasi yang menarik bagi investor. Selain itu, posisi BBCA sebagai bank dengan franchise yang kuat dan neraca keuangan yang dominan dinilai mampu memberikan bantalan terhadap pandangan pertumbuhan yang lebih moderat,” tulis Erindra dalam riset 2 Juni 2026.
Sentimen positif terhadap saham BBCA juga datang dari aksi korporasi yang tengah dijalankan perseroan. Bank swasta terbesar di Indonesia tersebut kembali merealisasikan program pembelian kembali (buyback) saham pada Kamis (11/6), melanjutkan program serup… [content truncated]















Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *