Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diprediksi akan bergerak terbatas dalam rentang 5.728 hingga 5.960 pada perdagangan hari ini. Riset dari BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan bahwa dukungan teknis IHSG terletak pada level 5.728 hingga 5.653, sementara resistensi berada di kisaran 5.960 hingga 6.000. Pergerakan indeks ini kemungkinan akan dipengaruhi oleh reaksi investor terhadap
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diprediksi akan bergerak terbatas dalam rentang 5.728 hingga 5.960 pada perdagangan hari ini. Riset dari BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan bahwa dukungan teknis IHSG terletak pada level 5.728 hingga 5.653, sementara resistensi berada di kisaran 5.960 hingga 6.000. Pergerakan indeks ini kemungkinan akan dipengaruhi oleh reaksi investor terhadap gelombang demonstrasi yang terjadi seiring dengan penolakan kenaikan harga bahan bakar dan berbagai isu ekonomi yang beredar di dalam negeri.
Ketidakpastian yang dihadapi investor ini berpotensi meningkatkan kehati-hatian terhadap aset domestik, khususnya di tengah tekanan nilai tukar yang fluktuatif. Selain itu, laju pasar saham global yang menunjukkan performa positif, dengan Dow Jones naik 1,86%, S&P 500 1,76%, dan Nasdaq lebih dari 2,54%, dapat menjadi faktor pendorong bagi IHSG untuk melakukan rebound.
Dalam konteks saham yang direkomendasikan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan pembelian saham DSSA dengan target harga antara Rp 865 hingga Rp 970, MBMA di kisaran Rp 498 hingga Rp 550, dan BBNI dengan target harga Rp 3.580 hingga Rp 3.690. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG mengalami penurunan sebesar 16,35 poin atau 0,28%, berakhir di level 5.886, dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 252,65 miliar.
Meskipun ada tekanan dari net sell, investor asing juga melakukan pembelian bersih (net buy) pada saham Bank Central Asia (BBCA) dengan total mencapai Rp 387,96 miliar. Penurunan IHSG sebelumnya dipicu oleh melemahnya beberapa sektor, termasuk sektor material dasar dan energi. Namun, sektor keuangan, properti, serta teknologi menunjukkan performa yang lebih baik dengan kenaikan harga yang signifikan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** DSSA, BBNI, BBCA
* **Sentimen Negatif:** –







Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *