PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan pelaksanaan rights issue dengan harga saham sebesar Rp53 per lembar, yang berpotensi mengumpulkan dana sebesar Rp4,76 triliun melalui penerbitan 89,1 miliar saham baru seri E. Meskipun dana yang diperoleh lebih rendah dari target awal perusahaan yang mencapai Rp6,5 triliun, langkah ini tetap menjadi upaya strategis untuk mendukung pengembangan
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan pelaksanaan rights issue dengan harga saham sebesar Rp53 per lembar, yang berpotensi mengumpulkan dana sebesar Rp4,76 triliun melalui penerbitan 89,1 miliar saham baru seri E. Meskipun dana yang diperoleh lebih rendah dari target awal perusahaan yang mencapai Rp6,5 triliun, langkah ini tetap menjadi upaya strategis untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan.
Dalam prospektus yang disampaikan, setiap pemegang 27 saham lama perseroan berhak untuk membeli 14 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), dimana setiap HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 lembar saham baru. Namun, dua pemegang saham utama BNBR, Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd, telah menyatakan tidak akan mengeksekusi HMETD mereka, meskipun masing-masing memiliki 22,41% dan 22,17% saham. Keputusan ini membuka peluang bagi PT Bakrie Capital Indonesia, entitas yang terafiliasi dengan Grup Bakrie, untuk mengambil alih seluruh HMETD dan bertindak sebagai pembeli siaga.
Bakrie Capital diestimasi akan menyetor penuh hingga Rp4,76 triliun dalam rangka rights issue ini, yang diharapkan dapat memberikan tambahan modal yang signifikan. Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 30 Juni 2026, dengan pembayaran penuh oleh pembeli siaga pada 17 Juli 2026. Meskipun demikian, tindakan ini diperkirakan akan menyebabkan dilusi kepemilikan saham yang mencapai 34,15%, yang perlu dicermati oleh para pemegang saham eksisting.
Di sisi lain, Bakrie Capital juga menunjukkan agresivitas dalam investasi, dengan baru-baru ini meningkatkan kepemilikannya di PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan pengeluaran lebih dari Rp1 triliun untuk menguasai 7,06% saham perusahaan tersebut. Langkah ini mencerminkan strategi ekspansi Grup Bakrie di sektor infrastruktur dan investasi yang lebih luas, meskipun tantangan di pasar modal tetap harus diperhatikan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** Bakrie Capital, BIPI
* **Sentimen Negatif:** BNBR









Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *