Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘400’}}
Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com — Emiten properti nasional, PT Intiland Development Tbk (DILD), resmi merombak prioritas alokasi modal perseroan dengan mengutamakan penguatan struktur keuangan internal.
Langkah korporasi ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku 2025 yang diselenggarakan di Intiland Tower, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Intiland Bakal Bangun Kawasan Industri di Jombang, Dimulai Akhir 2025
Alih-alih melakukan ekspansi lahan secara agresif, manajemen perseroan memilih fokus pada pembersihan neraca keuangan melalui penundaan pembagian dividen.
Kebijakan menahan laba bersih ini guna mendukung strategi pelunasan kewajiban jangka pendek dan menengah yang selama ini membebani arus kas korporasi di sektor properti vertikal maupun kawasan hunian.
Berdasarkan laporan keuangan audit, Intiland membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 64,26 miIiar sepanjang tahun buku 2025.
Seluruh perolehan laba tersebut dialokasikan untuk mempertebal modal kerja dan pemenuhan cadangan wajib negara.
Secara rincian matematika akuntansi, sebesar Rp 2 miliar dari total keuntungan ditetapkan sebagai dana cadangan wajib perseroan. Sementara itu, sisa laba bersih senilai Rp 62,26 miliar resmi dicatat sebagai saldo laba ditahan.
Keputusan ini secara otomatis menutup peluang pembagian dividen tunai bagi pemegang saham untuk siklus tahunan.
Baca juga: Kawasan Industri Dongkrak Kinerja Intiland pada Paruh Pertama 2025
Sekretaris Perusahaan Intiland, Theresia Rustandi, mengungkapkan, seluruh pemegang saham memberikan mandat penuh atas lima agenda RUPS yang diajukan, termasuk pengesahan pembukuan dan pemberian wewenang penunjukan Akuntan Publik Independen terdaftar OJK untuk tahun buku 2026.
“Perseroan selalu memastikan setiap kebijakan dan langkah strategis dijalankan secara hati-hati, terukur, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Theresia, Rabu (10/6/2026).
Inti dari perbaikan fundamental bisnis perusahaan bertumpu pada keberhasilan mengeksekusi strategi penurunan jumlah utang.
Sepanjang tahun 2025, emiten berkode saham DILD ini mampu memangkas liabilitasnya sebesar 25 persen, dari semula Rp 4,11 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp 3,08 triliun pada akhir tahun buku 2025.
Operasi penurunan rasio utang ini bersumber dari percepatan pelunasan pinjaman perbankan, restrukturisasi tenor kewajiban, divestasi aset non-inti, serta p… [content truncated]













Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *