Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘400’}}
Isi berita asli:
PT Intiland Development Tbk (DILD) absen membagikan dividen dari buku tahun 2025.
Hal itu disetujui para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan Intiland, mengatakan perseroan tercatat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp64,26 miliar.
“Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2 miliar digunakan sebagai dana cadangan wajib dan sisanya Rp62,26 miliar dicatat sebagai saldo laba,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Theresia mengatakan persetujuan pemegang saham terhadap seluruh agenda RUPS menjadi sinyal positif terhadap arah kebijakan perseroan. Selain memperkuat tata kelola, DILD juga berkomitmen menjaga akuntabilitas serta melanjutkan strategi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
“Perseroan selalu memastikan setiap kebijakan dan langkah strategis dijalankan secara hati-hati, terukur, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono, mengungkapkan strategi utama perseroan tahun ini masih terfokus pada upaya menurunkan jumlah utang atau deleveraging.
Strategi ini menjadi bagian penting dari kebijakan perseroan untuk mengurangi beban keuangan, menjaga efisiensi operasional, dan memperkuat fundamental usaha.
Pada tahun 2025, Intiland berhasil menurunkan jumlah utang sebesar 25% menjadi Rp3,08 triliun dari Rp4,11 triliun pada tahun 2024.
Penurunan tersebut dilakukan melalui restrukturisasi utang, percepatan pelunasan, penjualan aset non-inti, serta pelunasan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap II Tahun 2022 dan Tahap III Tahun 2022 Seri B.
“Penurunan jumlah utang menjadi salah satu pencapaian penting. Langkah ini membantu kami mengendalikan beban keuangan, memperkuat struktur permodalan, dan memberikan ruang yang lebih baik bagi perseroan untuk menjaga stabilitas usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” katanya.
Mempertimbangkan tantangan dan risiko usaha ke depan, DILD juga menempuh langkah strategis dengan memperkuat efisiensi pada proses operasional dan keuangan.
Langkah ini merupakan upaya menjaga stabilitas usaha, meningkatkan kualitas profitabilitas, memperkuat struktur keuangan, serta melanjutkan transformasi bisnis secara terukur.
“Tahun ini, kami masih cenderung konservatif dengan mengandalkan proyek-proyek yang ada. Pengembang… [content truncated]









Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *