728 x 90

Dinamika Pasar Modal: Pergantian Pemegang Saham dan Kenaikan Backdoor Listing di Tengah Lesunya IPO

Dinamika Pasar Modal: Pergantian Pemegang Saham dan Kenaikan Backdoor Listing di Tengah Lesunya IPO

Sejak 2025, pasar modal Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dengan meningkatnya pergantian pemegang saham pengendali (PSP). Fenomena ini terjadi di tengah lesunya aktivitas initial public offering (IPO), yang mencatat realisasi terendah dalam delapan tahun terakhir. Meskipun Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan 79 perusahaan melakukan IPO pada tahun 2023, jumlah tersebut merosot drastis menjadi 41 emiten

Sejak 2025, pasar modal Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dengan meningkatnya pergantian pemegang saham pengendali (PSP). Fenomena ini terjadi di tengah lesunya aktivitas initial public offering (IPO), yang mencatat realisasi terendah dalam delapan tahun terakhir. Meskipun Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan 79 perusahaan melakukan IPO pada tahun 2023, jumlah tersebut merosot drastis menjadi 41 emiten pada tahun berikutnya dan hanya 26 emiten pada 2025. Di kuartal kedua tahun ini, aktivitas pencatatan saham perdana kembali stagnan dengan hanya satu perusahaan yang melakukannya.

Salah satu contoh terbaru dari pergantian kepemilikan adalah PT Prime Agri Resources Tbk. (SGRO), yang berpindah tangan dari Twinwood Family Holdings ke AGPA Pte. Ltd, anak usaha dari POSCO International, dengan transaksi senilai Rp9,44 triliun. Pergantian ini mencerminkan tren yang lebih luas di mana perusahaan-perusahaan beralih ke backdoor listing sebagai alternatif untuk memasuki pasar modal. Menurut Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, kondisi pasar yang belum sepenuhnya kondusif membuat banyak perusahaan memilih jalur yang lebih cepat dan fleksibel untuk melantai di bursa.

David menjelaskan bahwa backdoor listing memberikan keuntungan dalam hal proses yang lebih cepat dan ketentuan yang tidak sekompleks IPO. Namun, biaya yang terkait dengan backdoor listing bisa lebih tinggi secara implisit dan biasanya menarik bagi perusahaan dengan aset besar. Emiten dengan harga saham di bawah Rp50 yang masuk dalam papan pemantauan khusus sering dijadikan target backdoor listing karena valuasinya yang terdiskon dan kemudahan dalam pengambilalihan struktur kepemilikan.

Ke depan, tren pergantian pemegang saham dan backdoor listing diperkirakan akan terus berlanjut selama pasar IPO belum sepenuhnya pulih. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak bagi perusahaan untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah dan mencari alternatif yang lebih efisien dalam mendapatkan akses ke modal.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos