Dien May Xanh (DMX) menunjukkan performa keuangan yang menjanjikan dengan arus kas bersih dari aktivitas operasi (CFO) diperkirakan mencapai lebih dari VND 5.016 miliar pada tahun 2025. Strategi perusahaan yang beralih dari fokus pada ‘kuantitas’ ke ‘kualitas’ berkontribusi pada pengurangan biaya akuisisi aset tetap (CAPEX) hanya sebesar VND 126 miliar. Langkah ini sejalan dengan penutupan
Dien May Xanh (DMX) menunjukkan performa keuangan yang menjanjikan dengan arus kas bersih dari aktivitas operasi (CFO) diperkirakan mencapai lebih dari VND 5.016 miliar pada tahun 2025. Strategi perusahaan yang beralih dari fokus pada ‘kuantitas’ ke ‘kualitas’ berkontribusi pada pengurangan biaya akuisisi aset tetap (CAPEX) hanya sebesar VND 126 miliar. Langkah ini sejalan dengan penutupan lebih dari 400 toko berkinerja buruk, serta optimalisasi jaringan lebih dari 3.000 titik penjualan yang sudah ada, yang berarti DMX tidak perlu melakukan investasi besar untuk ekspansi baru.
Sebagai hasil dari strategi ini, DMX diperkirakan akan menghasilkan arus kas bebas sekitar VND 4.890 miliar pada tahun 2025. Surplus kas yang signifikan ini memberikan fondasi keuangan yang kuat bagi perusahaan untuk menerapkan kebijakan pembayaran dividen tunai, dengan target setidaknya 50% dari laba setelah pajak untuk periode 2026-2030. Kebijakan ini mencerminkan transisi DMX ke arah pertumbuhan yang lebih berkualitas, dengan fokus pada efisiensi operasional di seluruh jaringan yang ada.
Dalam industri ritel telepon seluler dan elektronik, DMX memiliki struktur arus kas yang menguntungkan. Dengan sistem pembayaran yang memungkinkan pelanggan membayar di muka dan jangka waktu pembayaran yang lebih panjang kepada pemasok, DMX mampu mengelola arus kasnya secara efisien. Utang jangka pendek kepada pemasok, yang mencapai hampir VND 8.600 miliar per kuartal I/2026, menunjukkan bahwa produsen mendanai operasi DMX, bukan sebaliknya.
Model ritel TIK/CE yang diterapkan DMX juga menunjukkan hasil yang positif dengan rasio perputaran persediaan meningkat menjadi 4,4 kali per tahun pada tahun 2025. Hal ini mencerminkan kecepatan konsumsi yang tinggi dan kemampuan untuk mengonversi laba kotor menjadi kas, menghindari banyak kebutuhan modal kerja yang biasanya dibebankan pada model bisnis lain. Dengan pengurangan ekspansi toko dan depresiasi jaringan yang ada, DMX diprediksi akan menghadapi biaya investasi aset tetap yang minimal, mengubah setiap toko menjadi ‘pabrik uang’ yang efisien.









Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *