Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘400’}}
Isi berita asli:
PT Ateliers Mecaniques D’Indonesie Tbk (AMIN) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai total Rp10,8 miliar atau Rp10 per saham. Dividen AMIN 2025 ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 5 Juni 2026, dengan jadwal pembayaran pada 8 Juli 2026.
AMIN menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai Rp10.800.000.000. Nilai dividen per saham yang akan dibayarkan adalah Rp10,00 per saham.
Pembagian dividen ini berlaku bagi pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 18 Juni 2026 pukul 16.15 WIB. Perseroan menyatakan tidak terdapat efek bersifat ekuitas selain saham yang dapat dikonversi menjadi saham.
Rincian aksi korporasi AMIN adalah sebagai berikut:
Berdasarkan total dividen Rp10,8 miliar dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp25,17 miliar, rasio pembayaran dividen AMIN berada di kisaran 42,9%. Rasio ini menunjukkan bahwa sebagian laba tahun buku terkait dibagikan kepada pemegang saham, sementara sisanya tetap berada di perusahaan.
Investor perlu memperhatikan tanggal cum dividend, ex dividend, recording date, dan tanggal pembayaran. Tanggal-tanggal tersebut menentukan hak investor atas dividen tunai AMIN.
Pemegang saham yang tercatat dalam DPS pada 18 Juni 2026 pukul 16.15 WIB berhak menerima dividen tunai. Investor yang membeli saham setelah tanggal cum dividend di pasar reguler dan negosiasi tidak memperoleh hak atas dividen tersebut.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Pembagian dividen AMIN 2025 memberikan arus kas langsung kepada pemegang saham sebesar Rp10 per saham sebelum pajak. Dividen tunai tidak menimbulkan dilusi karena tidak ada penerbitan saham baru dalam aksi korporasi ini.
Bagi pemegang saham lama, dividen menjadi bentuk distribusi laba dari perusahaan. Namun, secara akuntansi, pembayaran dividen dapat mengurangi kas dan saldo laba yang tersedia setelah pembayaran dilakukan.
Investor juga perlu memperhatikan potensi penyesuaian harga saham pada tanggal ex dividend. Pada umumnya, harga saham dapat menyesuaikan setelah hak dividen tidak lagi melekat pada saham tersebut.
Dividen tunai dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Untuk pemegang saham wajib pajak dalam negeri berbentuk badan hukum yang belum menyampaikan NPWP, dividen akan dikenakan PPh Pasal 23 sebesar 30%.
Bagi pemegang saham wajib pajak luar negeri yang ingin menggun… [content truncated]













Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *