Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
Kepala Badan Pelaksana BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, membantah kabar mengenai perubahan susunan direksi dan komisaris PT PLN (Persero) pada Senin (8/6/2026) di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat.
Kabar perombakan pengurus perusahaan listrik milik negara tersebut dipastikan tidak benar karena Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN belum dilaksanakan. Dilansir dari Detik Finance, agenda RUPS PLN baru dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026 mendatang.
Dony Oskaria menyatakan bahwa informasi yang beredar mengenai hasil RUPS tersebut merupakan kekeliruan karena rapat sendiri belum terjadi.
“PLN, nggak, belum. Oh, ada berita itu ya yang beredar. Nah itu beritanya udah RUPS, orang belum RUPS kan,” kata Dony.
Daftar susunan pengurus baru yang tersebar luas di media sosial dan aplikasi pesan singkat juga disebut oleh Dony sebagai informasi bohong. Menurutnya, rumor semacam itu kerap muncul menjelang pelaksanaan RUPS perusahaan besar.
“Belum tau, nggak lah. itu hoaks kali, suka banyak kalau mau RUPS banyak hoaks kan,” tegas Dony.
Sebelumnya, beredar kabar yang mengklaim PLN telah menyelenggarakan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) untuk merombak jajaran pimpinan. Informasi hoaks tersebut mencantumkan nama Burhanuddin Abdullah sebagai Komisaris Utama menggantikan posisi sebelumnya, serta Suahasil Nazara sebagai Wakil Komisaris Utama.
Selain itu, nama-nama seperti Aminuddin Ma’ruf, Dadan Kusdiana, Jisman Parada Hutajulu, Bambang Eko Suhariyanto, Yazid Fanani, Mutanto Juwono, Andi Arief, dan Ali Masykur Musa juga dicatat masuk dalam daftar dewan komisaris yang baru dalam berita bohong tersebut.

