Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 503 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.ServiceUnavailableError: ServiceUnavailableError: OpenAIException – auth_unavailable: no auth available (providers=provider-c,kimi, model=kimi-k2.6)No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.ServiceUnavailableError: ServiceUnavailableError: OpenAIException – auth_unavailable: no auth available (providers=provider-c,kimi, model=kimi-k2.6)No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[] LiteLLM Retried: 20 times, LiteLLM Max Retries: 20’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘503’}}
Isi berita asli:
Jakarta – Spekulasi mengenai perombakan susunan direksi dan komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN yang sempat beredar luas belakangan ini dipastikan tidak berdasar. Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, dengan tegas membantah kebenaran informasi tersebut.
Menurut Dony, hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait pergantian jajaran pimpinan di perusahaan energi pelat merah tersebut. Hal ini dikarenakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN yang menjadi forum penentu utama belum dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa RUPS PLN dijadwalkan baru akan digelar pada tanggal 15 Juni 2026 mendatang.
Ketika ditemui di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (8/6/2026), Dony menyikapi pertanyaan wartawan mengenai beredarnya daftar susunan direksi dan komisaris baru PLN. Ia menyatakan ketidak-tahuannya atas daftar tersebut, seraya menekankan bahwa segala keputusan baru akan diambil setelah RUPS.
“PLN, nggak, belum. Oh, ada berita itu ya yang beredar. Nah itu beritanya udah RUPS, orang belum RUPS kan,” ujar Dony, mengindikasikan bahwa kabar yang beredar tersebut jauh dari kenyataan.
Lebih lanjut, Dony secara eksplisit menyebut kabar yang beredar mengenai perubahan susunan direksi dan komisaris PLN sebagai hoaks. Ia mengungkapkan bahwa fenomena penyebaran informasi palsu semacam ini kerap terjadi menjelang pelaksanaan RUPS.
“Belum tau, nggak lah. itu hoaks kali, suka banyak kalau mau RUPS banyak hoaks kan,” tegasnya, menekankan agar publik tidak termakan isu yang belum terkonfirmasi.
Sebelumnya, informasi yang menyebar di publik menyebutkan bahwa PLN telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan menghasilkan perubahan pada susunan pengurus perseroan. Daftar nama-nama yang beredar tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi mengenai siapa saja yang akan mengisi posisi strategis di perusahaan listrik negara.
Munculnya daftar susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi yang disebut-sebut sebagai hasil RUPS tersebut, menimbulkan kebingungan di kalangan publik dan pemangku kepentingan. Daftar tersebut mencantumkan beberapa nama baru untuk posisi Dewan Komisaris, serta daftar direksi yang diberhentikan dengan hormat, dan juga perubahan nomenklatur serta pengangkatan direksi baru.
Dalam daftar yang beredar, terlihat adanya perombakan pada struktur Dewan Komisaris. Nama-nama seperti Burhanuddin Abdullah diusulkan sebagai Komisaris Utama merangka… [content truncated]