Sepanjang tahun 2026, saham PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) terus berada dalam tekanan signifikan. Hingga perdagangan terakhir pekan lalu, saham emiten tambang batu bara ini tercatat terkoreksi hingga 71,15 persen secara year-to-date (YTD). Pada sesi Jumat, 5 Juni 2026, saham CUAN ditutup anjlok 6,90 persen ke level 675, melanjutkan tren penurunan yang sudah berlangsung sejak
Sepanjang tahun 2026, saham PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) terus berada dalam tekanan signifikan. Hingga perdagangan terakhir pekan lalu, saham emiten tambang batu bara ini tercatat terkoreksi hingga 71,15 persen secara year-to-date (YTD). Pada sesi Jumat, 5 Juni 2026, saham CUAN ditutup anjlok 6,90 persen ke level 675, melanjutkan tren penurunan yang sudah berlangsung sejak awal tahun.
Dalam satu pekan terakhir, saham CUAN sempat mencatat rebound tipis sebesar 7,14 persen, namun belum mampu mengubah arah tren jangka pendek. Secara bulanan, saham ini merosot 45,56 persen, sementara dalam periode tiga bulan terkoreksi 48,86 persen. Bahkan dalam enam bulan terakhir, harga saham CUAN telah ambles hingga 74,91 persen. Kondisi ini mencerminkan tekanan jual yang masif di tengah sentimen negatif terhadap sektor pertambangan batu bara.
Di sisi lain, dalam perspektif jangka panjang, saham CUAN masih mencatatkan kinerja impresif. Dalam tiga tahun terakhir, saham emiten yang berafiliasi dengan Barito Pacific ini melesat hingga 650 persen. Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa sebelum periode koreksi tajam tahun 2026, saham ini sempat menjadi salah satu primadona di bursa.
PT Petrindo Jaya Kreasi sendiri merupakan perusahaan induk yang fokus pada bisnis pertambangan batu bara dan emas. Perusahaan mengoperasikan enam konsesi batu bara yang telah memasuki tahap produksi di Kalimantan, serta satu konsesi emas di Nusa Tenggara Barat. Selain batu bara termal untuk pembangkit listrik, Petrindo juga memproduksi batu bara metalurgi yang menjadi bahan baku industri baja. Diversifikasi ke emas dan pasir silika diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ke depan, meskipun tekanan harga saham saat ini masih menjadi perhatian investor.













Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *