Emiten ritel modern yang tercatat di bursa efek masih belum merasakan dampak material dari kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Berdasarkan keterangan dari sejumlah manajemen perusahaan, operasional dan rantai pasok tetap berjalan normal tanpa adanya penutupan gerai atau gangguan berarti. Corporate Secretary PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), Tomin Widian, menegaskan bahwa hingga saat ini
Emiten ritel modern yang tercatat di bursa efek masih belum merasakan dampak material dari kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Berdasarkan keterangan dari sejumlah manajemen perusahaan, operasional dan rantai pasok tetap berjalan normal tanpa adanya penutupan gerai atau gangguan berarti. Corporate Secretary PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), Tomin Widian, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan signifikan pada kinerja operasional maupun pertumbuhan bisnis perseroan akibat keberadaan koperasi tersebut.
Senada dengan itu, Corporate Secretary PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), Suantopo Po, juga menyatakan belum ada dampak material terhadap kinerja MIDI. Ia menambahkan bahwa setiap pelaku usaha memiliki model bisnis dan segmentasi pasar yang berbeda, sehingga keberadaan Kopdes Merah Putih justru dinilai saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. MIDI pun tetap berfokus pada peningkatan kualitas layanan kepada konsumen sebagai strategi mitigasi utama.
Dari sisi ekspansi, AMRT tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan pasar ritel Indonesia. Perseroan berencana menambah 800 gerai baru hingga akhir tahun 2026, baik di dalam maupun luar negeri. Sementara itu, MIDI menargetkan penambahan 200 gerai baru dalam periode yang sama. Corporate Secretary PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), Kiki Yanto Gunawan, menambahkan bahwa model usaha Kopdes Merah Putih memiliki segmen tersendiri yang belum berdampak langsung terhadap entitas asosiasi DNET.
Di tengah optimisme emiten ritel, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang beredar mengenai kewajiban pembelian Merah Putih Bond oleh warga negara Indonesia. Pemerintah juga memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis untuk memprioritaskan daerah terpencil. Secara keseluruhan, industri ritel modern nasional dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar, terutama di wilayah yang belum terlayani secara optimal, sehingga kehadiran Kopdes Merah Putih belum menjadi faktor yang mengkhawatirkan bagi para pemain besar di sektor ini.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *