Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah tajam pada perdagangan akhir pekan lalu, dipimpin oleh aksi jual besar-besaran di sektor teknologi. Data ketenagakerjaan AS yang melampaui ekspektasi—dengan penambahan 172.000 pekerjaan pada Mei dan tingkat pengangguran yang tetap di 4,3 persen—menunjukkan ekonomi masih solid, namun sekaligus mengecilkan peluang Federal Reserve untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah tajam pada perdagangan akhir pekan lalu, dipimpin oleh aksi jual besar-besaran di sektor teknologi. Data ketenagakerjaan AS yang melampaui ekspektasi—dengan penambahan 172.000 pekerjaan pada Mei dan tingkat pengangguran yang tetap di 4,3 persen—menunjukkan ekonomi masih solid, namun sekaligus mengecilkan peluang Federal Reserve untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Instrumen FedWatch dari CME Group bahkan mencatat probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember mencapai 42,7 persen, mengirim sinyal hawkish yang tidak diinginkan pasar.
Aksi jual terfokus pada saham teknologi dan semikonduktor. Indeks Philadelphia SE Semiconductor mencatat penurunan harian terbesar sejak Maret 2020, yang diperkirakan menghapus sekitar US$1 triliun dari kapitalisasi pasar. Raksasa semikonduktor seperti Nvidia merosot 6,2 persen, sementara Intel, Micron, AMD, dan Broadcom masing-masing anjlok antara 7,9 persen hingga 13,3 persen. Secara sektoral, indeks teknologi S&P 500 menjadi yang terburuk dengan pelemahan 5,8 persen, kontras dengan sektor kebutuhan primer konsumen yang justru mencatat penguatan tertinggi.
Dampak pelemahan menyebar ke seluruh indeks utama. Dow Jones Industrial Average tergelincir 695,15 poin (1,35 persen) ke 50.866,78, S&P 500 merosot 200,57 poin (2,64 persen) ke 7.383,74, dan Nasdaq komposit anjlok 1.121,53 poin (4,18 persen) ke 25.709,43. Tekanan juga terasa di pasar komoditas, di mana harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus 2026 turun 2,2 persen ke US$4.405,1 per ons di tengah penguatan dolar AS—indeks dolar naik 0,66 persen—yang mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Di sisi lain, bursa Eropa ikut tertekan oleh sentimen negatif dari Wall Street, meskipun dengan skala lebih terbatas. Indeks STOXX 600 Eropa melemah 0,3 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor teknologi. Namun, pergerakan bervariasi di tingkat nasional: FTSE 100 London masih mampu menguat 0,1 persen, sementara DAX 30 Jerman turun 0,75 persen dan CAC 40 Prancis melemah 0,32 persen. Kondisi ini menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap suku bunga tinggi dan valuasi saham teknologi mulai menjalar ke pasar global, mendorong investor untuk beralih ke sektor defensif dan aset safe haven.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *