Emiten barang konsumsi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan untuk membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp114 per saham, setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 4 Juni 2026. Keputusan ini menjadikan total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025 mencapai Rp201 per saham, atau
Emiten barang konsumsi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan untuk membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp114 per saham, setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 4 Juni 2026. Keputusan ini menjadikan total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025 mencapai Rp201 per saham, atau setara dengan sekitar Rp7,63 triliun. Angka tersebut terdiri dari dividen interim Rp87 per saham yang telah dibayarkan pada Desember 2025 dan dividen final Rp114 per saham.
Kebijakan ini merepresentasikan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 100% dari laba bersih Unilever Indonesia sepanjang 2025. Laba bersih perseroan melonjak 126,83% secara tahunan menjadi Rp7,64 triliun, dibandingkan dengan Rp3,36 triliun pada 2024. Kenaikan signifikan ini didorong oleh penjualan bersih yang solid serta efisiensi operasional yang berhasil dipertahankan perusahaan di tengah tekanan biaya bahan baku.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menegaskan bahwa rasio pembayaran dividen penuh tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil optimal bagi pemegang saham, sembari tetap menjaga keseimbangan dengan kinerja jangka panjang. “Kami percaya bahwa keseimbangan antara pembayaran dividen yang optimal dan kinerja jangka panjang merupakan fondasi penting dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, dan kompetitif,” ujarnya.
Berdasarkan jadwal yang telah diumumkan, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 12 Juni 2026, sementara ex dividen di pasar yang sama berlangsung pada 15 Juni 2026. Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date) ditetapkan pada 16 Juni 2026, dan pembayaran dividen akan dilakukan pada 2 Juli 2026. Para investor perlu mencermati jadwal ini untuk memastikan kepemilikan saham mereka tercatat sebelum cum date.
Dari sisi prospek, pembagian dividen jumbo ini berpotensi menarik minat investor yang mengincar emiten dengan imbal hasil tinggi. Namun, perlu dicermati bahwa rasio pembayaran 100% juga mengindikasikan bahwa Unilever Indonesia tidak menyisihkan laba untuk reinvestasi besar pada tahun tersebut. Ke depan, pasar akan memantau apakah perusahaan mampu mempertahankan pertumbuhan laba dan kebijakan dividen yang agresif, terutama dengan dinamika daya beli konsumen serta persaingan di sektor barang konsumsi yang semakin ketat.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *