EinsNews, JAKARTA — Rencana kerja sama strategis antara grup perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu dan entitas yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro kini memasuki tahap yang lebih konkret. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melalui anak usahanya tengah mempersiapkan langkah untuk memperkuat posisinya di PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Fokus utama dalam babak baru ini melibatkan
EinsNews, JAKARTA — Rencana kerja sama strategis antara grup perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu dan entitas yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro kini memasuki tahap yang lebih konkret. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melalui anak usahanya tengah mempersiapkan langkah untuk memperkuat posisinya di PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Fokus utama dalam babak baru ini melibatkan PT Petrosea Tbk (PTRO) yang akan memegang peran sentral dalam aksi korporasi yang dijadwalkan terealisasi melalui mekanisme penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada pertengahan tahun 2026.
Manajemen SINI mengonfirmasi bahwa proses negosiasi terkait pengambilalihan perusahaan oleh grup CUAN masih berjalan secara berkesinambungan. Informasi ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman awal rencana akuisisi yang telah disampaikan kepada publik pada akhir tahun 2025. CUAN dipastikan akan melibatkan PTRO secara aktif dalam proses rights issue SINI, menunjukkan keseriusan grup Prajogo dalam memperluas ekosistem bisnis melalui entitas strategis di bawah naungannya.
Pola transaksi yang dirancang melibatkan pengalihan hak dari PT Kreasi Jasa Persada (KJP), yang juga merupakan bagian dari keluarga besar grup CUAN. KJP telah memutuskan untuk mengalihkan seluruh hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang mereka miliki secara langsung kepada PTRO. Dengan pengalihan hak tersebut, PTRO memiliki peluang besar untuk menyerap hingga 142,41 juta lembar saham baru yang akan diterbitkan oleh SINI. Langkah teknis ini menjadi kunci utama bagi grup CUAN untuk memperbesar porsi kepemilikan saham secara kolektif di masa mendatang.
Selain menyerap hak yang dialihkan, PTRO juga berkomitmen untuk melaksanakan seluruh hak memesan efek yang menjadi jatah orisinal mereka sendiri. Lebih jauh, PTRO telah ditunjuk secara resmi sebagai pembeli siaga (standby buyer) dalam aksi korporasi ini, yang mengharuskan PTRO siap mengambil sisa saham jika pemegang saham lainnya tidak mengeksekusi hak mereka. Langkah ini mempertegas posisi PTRO sebagai motor penggerak utama dalam penyelesaian transaksi yang melibatkan kedua grup besar tersebut.
Dari perspektif pasar, aksi korporasi ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap struktur kepemilikan SINI dan memperkuat sinergi antara CUAN dan PTRO dalam jangka panjang. Investor perlu mencermati perkembangan rights issue pada pertengahan 2026, mengingat potensi dilusi saham dan perubahan fundamental yang dapat mempengaruhi valuasi ketiga emiten. Ke depannya, kolaborasi antara grup Prajogo Pangestu dan Hapsoro diharapkan dapat menciptakan nilai tambah melalui integrasi bisnis yang lebih erat di sektor energi dan sumber daya alam.















Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *