EinsNews, Jakarta — Saham TerraVest mengalami tekanan jual masif setelah perusahaan dituding terlibat praktik insider trading. Tuduhan ini berawal dari bocoran informasi material yang diduga disebarkan sebelum pengumuman resmi akuisisi anak usaha di sektor energi. Otoritas bursa dan regulator pasar modal dilaporkan tengah menyelidiki pola transaksi mencurigakan yang terjadi dua pekan sebelum pengumuman. Dalam sepekan
EinsNews, Jakarta — Saham TerraVest mengalami tekanan jual masif setelah perusahaan dituding terlibat praktik insider trading. Tuduhan ini berawal dari bocoran informasi material yang diduga disebarkan sebelum pengumuman resmi akuisisi anak usaha di sektor energi. Otoritas bursa dan regulator pasar modal dilaporkan tengah menyelidiki pola transaksi mencurigakan yang terjadi dua pekan sebelum pengumuman.
Dalam sepekan terakhir, harga saham TerraVest merosot lebih dari 18% dan kehilangan sekitar Rp 2,3 triliun dari kapitalisasi pasar. Analis menilai sentimen negatif ini bisa berlanjut jika investigasi mengungkapkan adanya pelanggaran serius oleh manajemen. Investor institusional mulai mengurangi eksposur mereka, sementara volume perdagangan melonjak tajam mencerminkan kepanikan di pasar.
Dampak dari tuduhan ini juga memicu kekhawatiran akan efek domino pada sektor energi dan industri pendukungnya. Beberapa sekuritas telah menurunkan rating saham TerraVest dari ‘beli’ menjadi ‘tahan’ dengan target harga yang dipangkas hingga 25%. Jika regulator menemukan bukti kuat, sanksi bisa berupa denda besar hingga larangan bagi direksi untuk menduduki jabatan di perusahaan publik.
Langkah mitigasi tengah disiapkan dewan komisaris TerraVest, termasuk pembentukan komite independen untuk mengaudit tata kelola informasi. Namun, tanpa kejelasan hasil investigasi, tekanan jual diperkirakan masih akan berlangsung dalam jangka pendek. Investor disarankan mencermati perkembangan kasus ini sebelum mengambil keputusan investasi.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *