EinsNews, JAKARTA – Pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia mencatat transksi jumbo saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Sebanyak 91.436.930 lot atau setara dengan 9,14 miliar saham diperdagangkan di harga Rp962 per saham, dengan total nilai transaksi mencapai hampir Rp8,8 triliun dalam sepuluh kali frekuensi. Hingga berita ini diturunkan,
EinsNews, JAKARTA – Pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia mencatat transksi jumbo saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Sebanyak 91.436.930 lot atau setara dengan 9,14 miliar saham diperdagangkan di harga Rp962 per saham, dengan total nilai transaksi mencapai hampir Rp8,8 triliun dalam sepuluh kali frekuensi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak emiten terkait aksi korporasi yang mendasari transfer kepemilikan tersebut.
Di pasar reguler, pergerakan saham TPIA justru menunjukkan aksi sebaliknya. Pada sesi pertama perdagangan, harga saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu itu melompat 13,45% ke level Rp1.560 per saham. Volume transaksi di pasar reguler mencapai 1,76 miliar saham dengan nilai Rp2,69 triliun dan frekuensi 149.420 kali. Lonjakan ini membalikkan tren negatif yang terjadi dua hari bursa sebelumnya, di mana TPIA terus berada di zona merah.
Menariknya, aksi akuisisi internal terpantau terjadi jelang transaksi besar ini. Raymond, Direktur Chandra Asri Pacific, tercatat memborong 4.567.200 saham TPIA pada 3 Juni 2026 dengan harga rata-rata sekitar Rp1.800 per saham. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Raymond bertambah menjadi 9.617.200 lembar, setara 0,01% dari total saham beredar. Langkah ini kerap diartikan sebagai sinyal positif oleh pelaku pasar, terutama jika dikaitkan dengan prospek fundamental emiten di tengah volatilitas harga.
Dari sudut pandang analis, transksi raksasa di pasar negosiasi kerap dihubungkan dengan potensi perubahan struktur pemegang saham atau persiapan aksi korporasi strategis. Sementara itu, kinerja saham TPIA di pasar reguler yang melesat menunjukkan optimisme investor terhadap prospek industri petrokimia ke depan. Namun, volatilitas tinggi tetap menjadi risiko yang perlu dicermati, terutama dengan volume transaksi yang luar biasa besar dalam satu hari.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *