728 x 90

Tekanan Jual Menerpa Wall Street: Saham Chip Ambruk, Data Tenaga Kerja AS Memicu Ekspektasi Suku Bunga Lebih Tinggi

Tekanan Jual Menerpa Wall Street: Saham Chip Ambruk, Data Tenaga Kerja AS Memicu Ekspektasi Suku Bunga Lebih Tinggi

Indeks utama bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026), dipicu oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham produsen chip yang kehilangan momentum setelah reli panjang. Tekanan tambahan datang dari laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, yang memperkuat kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap moneter yang ketat. Dow Jones Industrial Average

Indeks utama bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026), dipicu oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham produsen chip yang kehilangan momentum setelah reli panjang. Tekanan tambahan datang dari laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, yang memperkuat kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap moneter yang ketat.

Dow Jones Industrial Average tergelincir 128,36 poin (0,25%) ke 51.433,57, sementara S&P 500 melemah 64,63 poin (0,85%) ke 7.519,68. Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi anjlok 374,02 poin (1,39%) ke 26.456,94. Jika penurunan bertahan hingga penutupan, S&P 500 akan mencatat pelemahan mingguan pertama sejak April, dan Nasdaq bersiap mengakhiri pekan dengan posisi lebih rendah. Sebaliknya, Dow Jones berada di jalur penguatan mingguan ketiga berturut-turut, mencerminkan rotasi sektor.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pertumbuhan nonfarm payrolls sebesar 172.000 pada Mei, jauh melampaui ekspektasi pasar yang hanya 85.000. Angka ini mendorong probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh The Fed sebelum akhir tahun melonjak menjadi 98%, dari sebelumnya 60% sebelum data dirilis. Ekspektasi hawkish tersebut menekan valuasi saham teknologi dan pertumbuhan yang sensitif terhadap suku bunga.

Sektor semikonduktor menjadi yang terpukul paling keras. Indeks Philadelphia SE Semiconductor anjlok lebih dari 5%, sementara saham individual seperti Nvidia merosot 2,5%, diikuti penurunan Intel, Micron, AMD, dan Broadcom antara 4,2% hingga 6,2%. Sektor teknologi secara keseluruhan melemah selama tiga sesi beruntun dengan koreksi 2,5%. “Pasar tenaga kerja tidak tumbuh luar biasa, tetapi juga tidak hancur. Wajar jika pasar sedikit menarik napas,” ujar Mark Malek, Chief Investment Officer di Siebert Financial.

Data ketenagakerjaan ini menjadi ujian pertama bagi Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, yang akan memimpin pertemuan kebijakan akhir bulan ini. Dengan inflasi yang masih tinggi dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, pasar bersiap menghadapi kemungkinan pengetatan moneter lebih lanjut. Pelemahan saham chip mengindikasikan kekhawatiran bahwa reli teknologi telah mendahului fundamental, dan investor mulai mereposisi portofolio menjelang musim laporan keuangan kuartal kedua.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos