Pasar saham berjangka Amerika Serikat mengalami tekanan signifikan pada perdagangan hari ini, dipimpin oleh pelemahan pada saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Indeks berjangka Nasdaq 100 (US100) turun hingga 1,3%, sementara S&P 500 (US500) melemah 0,6%. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average (US30) menunjukkan ketahanan relatif dengan penurunan hanya 0,2%, menandai pergerakan rotasi dari saham teknologi
Pasar saham berjangka Amerika Serikat mengalami tekanan signifikan pada perdagangan hari ini, dipimpin oleh pelemahan pada saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Indeks berjangka Nasdaq 100 (US100) turun hingga 1,3%, sementara S&P 500 (US500) melemah 0,6%. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average (US30) menunjukkan ketahanan relatif dengan penurunan hanya 0,2%, menandai pergerakan rotasi dari saham teknologi ke sektor non-teknologi.
Data Non-Farm Payrolls (NFP) yang dirilis lebih kuat dari perkiraan menjadi katalis utama aksi jual. Ekonomi AS berhasil menambah 172 ribu lapangan kerja pada bulan Mei, jauh melampaui estimasi 80 ribu dari survei Dow Jones. Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%, sesuai ekspektasi pasar. Kekuatan data ini mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, sekaligus mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.
Tekanan jual terfokus pada saham semikonduktor dan AI. Saham Nvidia turun lebih dari 2%, sementara Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSM) merosot hampir 3,5%, meskipun manajemen TSM kembali menegaskan optimisme pertumbuhan permintaan AI jangka panjang. Produsen chip memori seperti Micron juga ikut tertekan. Aksi jual ini berlanjut setelah laporan keuangan Broadcom yang dianggap mengecewakan, menambah kekhawatiran investor terhadap valuasi sektor yang sudah tinggi pasca reli panjang.
Kondisi ini membuat investor semakin selektif terhadap saham AI dan semikonduktor. Pasar mulai mempertanyakan apakah tingkat pertumbuhan yang diharapkan telah sepenuhnya diperhitungkan dalam harga saham saat ini. S&P 500 berada pada jalur untuk mencatat penurunan mingguan pertama setelah reli selama 10 minggu berturut-turut, meskipun indeks ini masih lebih tangguh dibandingkan Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi. Saham berkapitalisasi besar di sektor teknologi tetap menjadi pemberat utama kinerja indeks karena bobotnya yang signifikan.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *