PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), emiten menara telekomunikasi yang bernaung di bawah Grup Saratoga, mengambil langkah strategis untuk menghimpun dana segar hingga USD900 juta melalui penerbitan surat utang (notes) dalam denominasi valuta asing. Rencana korporasi ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap selama maksimal 12 bulan setelah mendapatkan restu dari pemegang saham dalam Rapat Umum
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), emiten menara telekomunikasi yang bernaung di bawah Grup Saratoga, mengambil langkah strategis untuk menghimpun dana segar hingga USD900 juta melalui penerbitan surat utang (notes) dalam denominasi valuta asing. Rencana korporasi ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap selama maksimal 12 bulan setelah mendapatkan restu dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 9 Juni 2026.
Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material mengingat nilai pokok penerbitan yang melampaui 50 persen dari total ekuitas perseroan, sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia. Manajemen TBIG menegaskan bahwa surat utang akan ditawarkan secara global kepada investor yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan, sehingga tidak termasuk dalam kategori transaksi afiliasi.
Dana hasil penerbitan akan disalurkan kepada perusahaan induk dan entitas anak melalui mekanisme pinjaman antarperusahaan maupun penyertaan modal, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing entitas dalam grup. Sebagian besar dana direncanakan untuk melunasi kewajiban utang yang akan jatuh tempo serta mempercepat pelunasan beberapa fasilitas pinjaman yang memungkinkan dilakukan pembayaran lebih awal sesuai ketentuan perjanjian kredit.
Langkah ini menunjukkan upaya TBIG dalam mengoptimalkan struktur permodalan dan memperkuat likuiditas jangka panjang di tengah dinamika pasar telekomunikasi. Para analis menilai penerbitan surat utang global ini dapat memberikan fleksibilitas finansial bagi perseroan untuk mendanai ekspansi infrastruktur maupun mengelola profil utang secara lebih efisien. Namun, investor perlu mencermati risiko nilai tukar dan suku bunga yang melekat pada instrumen utang valas tersebut.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *