EinsNews, JAKARTA – Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kembali mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu. Harga saham bank pelat merah ini ditutup melemah 4,09% ke level Rp3.280 pada sesi I Jumat (6/5) dengan volume transaksi mencapai 42,55 juta saham dan nilai Rp141,52 miliar. Data dari BRI Danareksa Sekuritas
EinsNews, JAKARTA – Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kembali mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu. Harga saham bank pelat merah ini ditutup melemah 4,09% ke level Rp3.280 pada sesi I Jumat (6/5) dengan volume transaksi mencapai 42,55 juta saham dan nilai Rp141,52 miliar. Data dari BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan bahwa posisi net sell asing tercatat sebesar 18 juta saham dengan estimasi nilai sekitar Rp59 miliar dalam sesi tersebut, menandakan adanya aksi lepas oleh investor non-residen yang cukup deras.
Tren penurunan saham BBNI sebenarnya sudah terlihat sejak awal pekan. Pada perdagangan Rabu dan Kamis sebelumnya, saham ini masing-masing terkoreksi 5,05% dan 4,20%. Pelemahan berturut-turut ini membuat kapitalisasi pasar BBNI terkikis signifikan, sekaligus membuka peluang bagi investor yang mencari valuasi murah di sektor perbankan besar.
Dari sisi fundamental, valuasi BBNI kini semakin menarik. Rasio price to book value (PBV) tercatat di level 0,76 kali, hampir mendekati minus dua standar deviasi rata-rata PBV tiga tahun terakhir yang berada di 0,75 kali. Sementara itu, price earning ratio (PER) trailing twelve months (TTM) berada di 6,02 kali, lebih rendah dari nilai -2 standar deviasi historisnya sebesar 6,39 kali. Kondisi ini mengindikasikan bahwa saham diperdagangkan pada level diskon yang cukup dalam secara historis.
Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBNI dengan target harga Rp4.600, yang memberikan potensi upside signifikan dari harga saat ini. Optimisme ini didukung oleh fundamental bisnis yang solid serta prospek dividen yang menarik. Sebelumnya, BNI telah membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp13,03 triliun atau Rp349,41 per saham pada 7 April 2026 lalu, menjadikannya salah satu emiten dengan yield dividen kompetitif di tengah kondisi pasar yang volatil.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *