Emiten tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp2,78 triliun atau setara Rp105 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada awal Juni 2026. Total dividen akan didistribusikan kepada 26,46 miliar saham yang beredar, mencerminkan komitmen
Emiten tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp2,78 triliun atau setara Rp105 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada awal Juni 2026. Total dividen akan didistribusikan kepada 26,46 miliar saham yang beredar, mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham.
Investor yang ingin memperoleh hak dividen perlu mencermati jadwal penting. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 11 Juni 2026, sementara ex dividen di pasar yang sama jatuh pada 12 Juni 2026. Recording date atau tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah 15 Juni 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 30 Juni 2026. Kepastian jadwal ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar yang mengincar dividen jumbo dari emiten emas.
Pembagian dividen ini didorong oleh kinerja keuangan yang gemilang sepanjang 2025, seiring dengan meroketnya harga emas global. Harga emas tercatat melonjak 66,48% year-on-year, dari US$2.606,72 per ons pada akhir 2024 menjadi US$4.339,65 per ons pada akhir 2025. Lonjakan ini mendorong penjualan PSAB mencapai US$288,7 juta pada 2025, naik signifikan dibandingkan US$236 juta tahun sebelumnya. Laba kotor perseroan pun melesat 49,6% menjadi US$170,1 juta, dengan margin laba kotor meningkat dari 48% menjadi 58,94%.
Selain membukukan pertumbuhan impresif, PSAB juga mengambil langkah strategis sepanjang 2025. Perseroan menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) antara anak usaha PT J Resources Nusantara dengan PT Danusa Tambang Nusantara (anak usaha United Tractors) terkait divestasi saham PT Arafura Surya Alam. Manajemen menilai transaksi ini akan memperkuat arus kas perseroan. Di sisi lain, PSAB juga menyelesaikan pelunasan dipercepat seluruh obligasi pada Oktober 2025, setelah memperoleh persetujuan pemegang obligasi. Langkah-langkah ini menunjukkan manajemen yang prudent dan fokus pada penguatan fundamental.
Dengan dividen jumbo dan kinerja yang solid, PSAB menegaskan posisinya sebagai salah satu emiten tambang emas paling atraktif di bursa. Investor patut mencermati prospek perseroan ke depan, terutama di tengah tren kenaikan harga emas yang diperkirakan masih berlanjut. Keputusan strategis dan disiplin keuangan yang dijalankan PSAB menjadi modal kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan serta imbal hasil yang kompetitif bagi pemegang saham.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *