Pasar saham Vietnam mencatat anomali yang mencolok pada 5 Juni lalu. Meskipun VN-Index berhasil mencatat kenaikan sekitar 3%, sektor sekuritas justru mengalami tekanan jual yang masif. Dari 40 saham yang tercatat di tiga bursa utama, sebanyak 32 saham atau 80% dari total sektor menunjukkan penurunan harga. Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai keselarasan
Pasar saham Vietnam mencatat anomali yang mencolok pada 5 Juni lalu. Meskipun VN-Index berhasil mencatat kenaikan sekitar 3%, sektor sekuritas justru mengalami tekanan jual yang masif. Dari 40 saham yang tercatat di tiga bursa utama, sebanyak 32 saham atau 80% dari total sektor menunjukkan penurunan harga. Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai keselarasan antara pergerakan indeks dan kondisi fundamental sektor.
Tekanan terberat dirasakan oleh saham-saham berkapitalisasi besar seperti SSI yang merosot 10,7% sejak awal tahun, sementara VPX yang baru akan tercatat di bursa pada akhir 2025 juga ambles 11%. Lebih parah lagi, saham lapis kedua dan ketiga seperti VFS kehilangan lebih dari 20% nilai pasarnya, dan APG tercatat anjlok hingga 58%. Penurunan ini terjadi di tengah masih bertahannya sentimen positif dari ekspektasi kenaikan peringkat oleh FTSE dan rencana initial public offering (IPO) yang dinanti.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan kritis: apakah optimisme terhadap pertumbuhan industri sekuritas sudah terlalu dini termaktub dalam harga saham, atau ini hanyalah siklus koreksi alami? Selain itu, persaingan ketat dalam perebutan modal antarperusahaan sekuritas turut menambah beban. Banyak emiten menerbitkan saham baru untuk memperkuat modal, seperti SSI yang melakukan rights issue dengan rasio 5:1 pada awal 2026 dan VIX dengan rasio 10:6 pada kuartal II 2026. Akibatnya, pemegang saham harus merelakan dana tambahan di tengah penurunan harga.
Di tengah arus penerbitan saham, beberapa perusahaan sekuritas justru agresif membagikan dividen saham untuk mempertahankan posisi kompetitif. TCBS misalnya, telah menyelesaikan pembagian 462 juta saham pada awal Juni 2026, mendorong modal dasarnya ke posisi puncak. Sementara VPS, setelah membagikan 913 juta saham, bersiap melakukan penempatan privat. Persaingan modal bukan lagi sekadar ‘perang dua kubu’ setelah VIX dan VPS masuk ke klub emiten dengan modal dasar di atas 20.000 miliar VND.
Tekanan serupa juga dialami oleh perusahaan sekuritas yang didukung bank seperti Vietcap Securities (VCI), MB Securities (MBS), dan HD Securities (HDBS), yang semuanya telah menambah modal dasar di atas 10.000 miliar VND. HDBS bahkan tercatat melakukan peningkatan modal paling agresif. Pasar kini menanti apakah langkah ekspansi ini akan mampu mendorong pemulihan harga saham atau justru semakin memperlebar jurang antara kinerja indeks dan realitas sektor sekuritas Vietnam.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *